Home » » Stress

Stress

Unknown | 06.14 | 0 komentar
STRESS:

v  A-Arti Penting Strees
Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis.
v  B.Tipe-tipe stress
Menurut Maramis (1990) ada empat tipe stress psikologis yaitu:                                                                  a)  Frustasi                                                                                                                                                                 Muncul karena adanya kegagalan saat ingin mencapai suatu tujuan.Frustasi adaa yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan,bencana alam,kematian,pengangguran,perselingkuhan,dll)                                                                                                  b) Konflik                                                                                                                                                               Ditimbulkan karena ketidakmampuan memilih dua atau lebih macam keinginan,kebutuhan atau tujuan.Bentuk konflik digolongkan menjadi tiga bagian yaitu approach-approach conflict,approach-avoidant conflict,avoidant-avoidant conflict.                                                                    c)  Tekanan                                                                                                                                                              Tekanan timbul dalam kehidupan sehari-hari dan dapat berasal dalam diri individu.Tekanan juga dapat berasal dari luar diri individu/                                                                                                                                d)  Kecemasan                                                                                                                                               Kecemasan merupakan suatu kondisi individu merasakan kekhawatiran,kegelisahan,ketegangan,dan rasa tidak nyaman yang tidak terkendali mengenai kemungkinan akan terjadinya sesuatu yang buruk.
v  D-Pendekatan Problem Solving Terhadap Stress
Salah satu cara dalam menangani stres yaitu menggunakan metode Biofeedback, tekhniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stres kemudian belajar untuk menguasainya. Teknik ini menggunakan serangkaian alat yang sangat rumit sebagai feedback.
Melakukan sugesti untuk diri sendiri, juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana keadaan diri kita sendiri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual (mengarah kepada Tuhan).



Ø Hubungan Interpersonal

Ø  A. Model-model hubungan interpersonaL
Hubungan Interpersonal
Manusia merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupan manusia selalu ditandai dengan pergaulan antar manusia. Pergaulan itu dapat dilakukandalam lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, organisasi sosial dan lain-lain. Pergaulan manusia merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar dalam melakukan hubungan atau interaksi antar individu, karena komunikasi sangat erat kaitannya dengan hubungan interpersonal. Dalam bagian ini perlu diketahui tentang pengertian hubungan interpersonal, tahap-tahap hubungan interpersonal, faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal dalam komunikasi interpersonal,teori-teori hubungan interpersonal dan ciri-ciri hubungan interpersonal yang baik. Hubungan interpersonaladalah hubungan antara individu satu dengan individu lain yang melandasi komunikasi interpersonal yang dilakukan. Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan. Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. Kegagalan komunikasi sekunder terjadi, bila isi pesan kita dipahami, tetapi hubungan di antara komunikan menjadi rusaak. “komunikasi interpersonal yang efektif meliputi banyak unsur, tetapi hubungan interpersonal barangkali yang paling penting,”  Anita taylor et al. (1977:1987). Banyak penyebab dari rintangan komunikasi berakibat kecil saja bila ada hubungan baik diantara komunikan. Sebaliknya, pesan yang paling jelas, paling tegas, dan paling cermat tidak dapat menghindari kegagalan, jika terjadi hubungan yang jelek. Setiap kali kita melakukan komunikasi, kita bukan hanya sekedar menyampaikan isi pesan, kita juga menentukan kadar hubungan interpersonal, bukan hanya menentukan “content” tetapi juga “relationship”. Bukan hanya menyampaikan isi, tetapi juga mendefinisikan hubungan interpersonal. Pandangan bahwa komunikasi mendefinisikan hubungan interpersonal telah dikemukakan Ruesch dan Bateson (1951) pada tahun 1950-an. Gagasan ini dipopulerkan di kalangan komunikasi oleh Watzlawick, Beavin, dan Jackson (1067) dengan buku mereka Pragmatics of Human Communication. Mereka melahirkan istilah baru untuk menunjukkan aspek hubungan dari pesan komunikasi ini
v  A.Model-Model hubungan interpersonal .                                                                             Hubungan interpersonal  itu dimana kertika kita berkomunikasi.kita bukan hanya menyampaikan isi  pesan tetapi juga menentukan kadar hubungan interpesonalnya .jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan conten aja melainkan relationship Dari segi psikologi menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal  makin tebuka seseorang mengungkapkan  dirinya                                                                                                           Ada beberapa teori tentang hubungan interpersonal :                                                      1 model pertukaran sosial
2.model peran
3.model intreraksional
Model pertukaran sosial ini memandang hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang seseorang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.Thibault dan Kelley, dua orangpemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut:                                                                                                           Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya Ganjaran yang dimaksud adalah setiap akibat yang dinilai positif yangdiperoleh seseorangdari suatu hubungan.
Contoh Ganjaran dapat berupa uang,                                                                                   penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya Sedangkanyang dimaksud dengan biaya adalah akibat yang negatif yang terjadi dalamsuatu hubungan.
Contoh : Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan efek efektidak menyenangkan.                                             apa itu Model peran ?                 Model peran dalam hubungan interpersonal di sini di anggap sebagi panggung sandiwara, di sini semua orang di minta buat memainkan perannya sesuai dengan naskah yang sudah di buat oleh masyarakat .
Contohnya  :  anak sekolah menjalankan perannya sebagai pelajar yang perannya adalah belajar, Ibu yang perannya mengurus keluarga.                                                                                           Hubungan interpersonal berjalan baik apabila seseorang itu menjalannkan perannya dengan baik sesuai dengan peran yang di jalankan .
Model Interaksional                                                                                                                                                           Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem.Setiap sistemmemiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistemterdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersamasebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderunganuntuk memelihara dan mempertahankan kesatuan.  
Bila ekuilibrium dari sistemterganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonalharus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi danpelaksanaan peranan.
v  B-Pembentukan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai Hubungan
v  Pembentukan kesan
Menurut sears dkk (1992) individu cenderung membentuk kesan panjang lebar atas orang lain berdasarkan informasi yang terbataS,Evaluasi : Kesan pertama. Menurut sears dkk (1992) aspek pertama yang paling penting dan kuat adalah evaluasi. Secara formal dimensi evaluatif merupakan dimensi terpenting diantara sejumlah dimensi dasar yang mengorganisasikan kesan gabungan tentang orang lain Kesan Menyeluruh. Untuk menjelaskan bagaimana orang mengevaluasi terhadap orang orang lain, dapat dilakukan dari “kesan yang diterima secara keseluruhan”. Sears dkk. (1992) membagi kesan menyeluruh menjadi dua, yaitu model penyamarataan dan model menambahkan Konsistensi. Individu cenderung membentuk karakteristik yang konsisten secara evaluatif terhadap individu lainnya, meski hanya memiliki sedikit informasi. Kita cenderung memandang orang lain secara konsisten dari kedalamannya Prasangka positif menurut sears (dalam Sears dkk., 1992) adalah kecenderungan menilai orang lain secara positif sehingga mengalahkan evaluasi negatif.
2.   Ketertarikan Interpersonal               
Ø  Prinsip Dasar Daya Tarik  Interpersonal
Ø  Penguatan
Kita menyukai orang lain dengan cara member ganjaran sebagai penguatan dari tindakan atau sikap kita. Salah satu tipe ganjaran yang penting adalah persetujuan sosial, dan banyak penelitian memperlihatkan bahwa kita cenderung menyukai orang lain yang cenderung menilai kita secara positif (Sears, 1992).                                                                                                                                                 Pertukaran social                                                                                                                                               Pandangan ini menyatakan bahwa rasa suka kita kepada orang lain didasarkan pada penilaian kita terhadap kerugian dan keuntungan yang diberikan seseorang kepada kita. Teori ini menekankan bahwa kita membuat penilaian komparatif, menilai keuntungan yang kita peroleh dari seseorang dibandingkan dengan keuntungan yang kita peroleh dari orang lain (Sears dkk., 1992).                Asosiasi                                                                                                                                                                          Kita menjadi suka kepada orang yang diasosiasikan (dihubungkan) dengan pengalaman yang baik/bagus dan tidak suka kepada orang yang diasosiasikan dengan pengalaman buruk/jelek (Clore & Byrne dalam Sears dkk., 1992)
Ø  Intimasi dan Hubungan Pribadi.
Pendapat beberapa ahli mengenai intimasi, di antara lain yaitu :
a)  Shadily dan Echols (1990) mengartikan intimasi sebagai kelekatan yang kuat yang didasarkan oleh saling percaya dan kekeluargaan.                                                                                                              b) Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain.                                              c) Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosiona antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.                                                                                                                           d)  Levinger & Snoek (Brernstein dkk, 1988) merupakan suatu bentuk hubungan yang berkembang dari suatu hubungan yang bersifat timbal balik antara dua individu. Keduanya saling berbagi pengalaman dan informasi, bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan fakta-fakta umum yang terjadi di sekeliling mereka, tetapi lebih bersifat pribadi seperti berbagi pengalaman hidup, keyakinan-keyakinan, pilyihan-pilihan, tujuan dan filosofi dalam hidup. Pada tahap ini akan terbentuk perasaan atau keinginan untuk menyayangi, memperdulikan, dan merasa bertangung jawab terhadap hal-hal tertentu yang terjadi pada orang yang dekat dengannya.                             e)  Atwater (1983) mengemukakan bahwa intimasi mengarah pada suatu hubungan yang bersifat informal, hubungan kehangatan antara dua orang yang diakibatkan oleh persatuan yang lama. Intimasi mengarah pada keterbukaan pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang terdalam. Intimasi semacam ini membutuhkan komunikasi yang penuh makna untuk mengetahui dengan pasti apa yang dibagi bersama dan memperkuat ikatan yang telah terjalin. Hal tersebut dapat terwujud melalui saling berbagi dan membuka diri, saling menerima dan menghormati, serta kemampuan untuk merespon kebutuhan orang lain (Harvey dan Omarzu dalam Papalia dkk, 2001). Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.
Komunikasi yang selalu terjaga, kepercayaan, kejujuran dan saling terbuka pun menjadi modal yang cukup untuk membina hubungan yang harmonis. Maka jangan kaget apabila komunikasi kita dengan pasangan tidak berjalan dengan mulus atau selalu terjaga bisa jadi hubungan kita akan terancam bubar atau hancur. Tentu saja itu akan menyakitkan hati kita dan setiap pasangan di dunia ini pun tidak pernah menginginkan hal berikut.
.Pengalaman stress: pada suatu hari saya mengalami kecelakaan,dengan menggunakan kendaraan pribadi sampai mengakibatkan kendaraan yang saya kemudikan hancur parah,karena pada waktu itu saya terburu-buru untuk sampai tepat waktu di kampus dan harus mengikuti prensentasi kelompok,karena saking stress nya hingga saya mengemudikan kendaraan terburu-terburu,hingga mengakibtkan kecelakaan,dan yang lebih membuat saya strees dosen nya tidak menerima alesan saya.                                                                                                                                                                                      Cara mengatasinya:: jangan pendam sendiri masalah di Bicarakan dengan orang terdekat yang paling saya percayai. Meskipun masalah saya tidak teratasi 100%, setidaknya beban pikiran dan batin saya bisa berkurang, karena sudah "curhat",Jangan "mengubangkan" diri ke dalam kesulitan. Jika  menghadapi masalah pelik, sulit terpecahkan...hindarilah untuk sementara waktu. menghibur diri saya dengan membaca buku-buku dengan topik ringan, nonton film komedi, atau rekreasi saja. Setelah untuk merasa cukup tenang, coba lagi pecahkan masalah dengan pikiran dan hati yang lebih "fresh",Biasakan mengerjakan tugas berdasarkan skala prioritas. Jangan mengerjakan beberapa tugas dalam waktu bersamaan,Coba terapkan manajemen kemarahan dengan baik. Amarah yang meledak-ledak hanya akan membuat tekanan darah memuncak tinggi sekali. Belajarlah menjadi orang sabar dan pengalah. Jika merasa benar dan bersikap tenang, maka kebenaran yang saya  yakini itu akan dapat dirasakan oleh orang lain. Dibandingkan jika kita mempertahankan kebenaran itu dengan cara marah-marah,membiasakan diri mau menerima kritik dari orang lain.
Pelecehan Seksual di Tempat Kerja
Salah satu kasus pelecehan seksual di tempat kerja yang baru-baru ini cukup menghebohkan adalah kasus terbongkarnya gambar hasil rekaman seorang pengusaha Warnet di kota Pati (Jawa Tengah) yang mengharuskan karyawannya mandi di kantor, lalu ia merekam kegiatan tersebut melalui sebuah kamera di kamar mandi tersebut dan menghubungkannya ke komputer di meja kerjanya. Pengusaha warnet tersebut juga membuat kuestioner yang isinya cenderung berkonotasi seksual                                                       Ulasan pendapat: Kasus ini menjelaskan mengenai tindakan pelecehan seksual yang terjadi pada dunia kerja, terjadi pada para pegawai wanita yang masih dibawah umur, alasan mereka menolak dikarenakan tidak ingin kehilangan pekerjaan mereka. Tradisi atau kejadian ini tidak boleh terulang lagi, karena dapat mengarah kepada tindakan kriminalitas atau asusila,Dipastikan para karyawati diperusahaan tersebut mengalami dampak psikologis seperti halnya depresei, stres dan trauma, Seperti halnya pengertian stres menurut Palupi (2003) yang mengemukakan bahwa stres sebagai ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental maupun fisik, emosional serta spiritual manusia. Dalam hal ini para karyawati tersebut tidak dapat atau tidak mampu mengatasi ancaman oleh mengenai nasib pekerjaan mereka, sehingga mereka mengalami stres. Selain itu juga dapat mempengaruhi tingkat motivasi kerja yang mereka miliki karena tingkat keamanan yang tidak terjamin dalam lingkunagn kerja,Lain halnya dengan para karyawan yang melakukan hal tidak tepuji itu, mereka melakukan hal tersebut dikarenakan belum dapat memenuhi atau mencukupi salah satu kebutuhan dasar berdasarkan teori motivasi Masslow, yakni kebutuhan fisiologi akan seks (Makmun, 2003),Solusi dalam permasalahan ini adalah dengan memberikan motivasi bagi para sikorban (para karyawati) khususnya,yakni suatu dorongan jiwa yang membuat mereka tergerak untuk tetap melakukan produktif baik yang berorientasi dalam pekerjaan maupun tidak,(Winardi, 2001).  Sedangkan bagi para karyawan diperlukannya motivasi spritual yakni dalam bidang agamis, sehingga memiliki pandangan yang luas dalam melakukan hal-hal yang negatif dan positif., sehingga tidak timbul kejenuhan dalam bekerja.


                





SUMBER :
•    Aronson ,Elliot .(2005).social psychology .upper saddle river :person prentice hall
•    Hall, S Calvin., Lindzey , Gardner., (2009). teori - teori psikodinamika, yogyakarta:kanisius

• Jalaluddin Rakhmat (1998): Psikologi Komunikasi, Edisi 12, PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Zonk Hacker
Copyright © 2013. My Blogg ... - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger