TUGAS
PSIKOLOGI
MANAJEMEN
KEPUASAN KERJA
DI SUSUN OLEH :
Putri Indri Yani
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2017
TEORI KEPUASAN KERJA
Kepuasan
Kerja ( Job Satisfaction )
Kepuasan kerja ada;ah
bentuk perasaan dan ekspresi seseorang ketika mampu atau tidak mampu memenuhi
harapan dari proses kerja dan kinerjanya. Kepuasan kerja adalah suatu keadaan
emosional yang menyenangkan yang dihasilkan dari penilaian pekerjaan atau pengalaman
kerja .
Wexley dan Yukl
mengartikan kepuasan kerja sebagai “ the way an employee feels about his or her
job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau
pekerjaannya, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang
menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan
pekerjaan maupun kondisi dirinya.
Definisi
kepuasan kerja
Davis dan Werther
mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan dimana para karyawan memangdang pekerjaan mereka. Serta kepuasan
kerja adalah tingkat dimanan individu merasakan positif atau negative tentang
suatu pekerjaan.
Robbins (2001)
mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah sebagai suatu sikap umum seorang
individu terhadap pekerjaannya. Pekerjaan menurut interaksi dengan rekan
sekerja dan atasan, mengikuti aturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar
kinerja, hidup pada kondisi kerja yang sering kurang dari ideal, dan hal serupa
lainnya.
Gibson, Ivanevich dan
Donnely mengatakan bahwa kepuasan kerja
adalah ungkapan perasaan seseorang tentang kesejahteraanuntuk melakukan
pekerjaan bahwa kepuasan kerja adalah
sikap seseorang terhadap pekerjaan. Bahwa sikap itu berasal dari persepsi
mereka tentang pekerjaan, persepsi itu adalah proses kognitif (pemberian
arti)yang digunakan oleh seseorang untuk menafsirkan dan memahami cara pandang
individu dalam melihat hal yang sama dengan cara yang berbeda. Kepuasan kerja
juga adalah sebagai hasil dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik
pekerjaan merekadan memberikan hal yang dinilai penting.
Koesmono (2005)
mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian, perasaan atau sikap
seseorang atau karyawan terhadap pekerjaannya dan berhubungan dengan lingkungan
kerja dan sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja adalah
dipenuhinya beberapa keinginan dan kebutuhannya melalui kegiatan kerja atau
bekerja.
Berdsasarkan pendapat
para ahli mengenai definisi konsep kepuasan kerja dan menurut hemat penulis,
kepuasan kerja adalah sikap positif dan perasaan yang menyenangkan erhadap
pekerjaan, gaji, supervise, rekan kerja
dan hal-hal yang menyangkut dunia kerjanya.
Teori
kepuasan kerja menurut Wexle dan Yukl
a.Discrepancy
theory
Ø Teori
ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang
seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
b.
Equity theory
Prinsip
dari teori ini adalah bahwa orang akan merasakan adanya keadilan (equity) atau
tidak atas suatu situasi. Perasaan equity dan inequityatas suatu situasi.
Ada
tiga elemen dari teori equity yaitu :
Ø Input
adalah segala sesuatu yang berharga yang dirasakan karyawan sebagai sumbangan
terhadap pekerjaan.
Ø Out
comes segala sesuatu yang berharga, yang dirasakan karyawan sebagai “hasil”
dari pekerjaannya.
Ø Comparison
person adalah kepada orang lain dengan siapa karyawan membandingkan rasio input-out comes yang
dimiliknya.
c.
Two factor theory
Ø Menurut
Herzberg (dalam Munandar, 2001) teori kepuasan kerja yang ia namakan teori dua
faktor terdiri dari faktor hygienedan faktor motivator.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepuasan kerja
Ø Beberapa
ahli berpendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Faktor–faktor kepuasan kerja menurut Greenberg & Baron (1995) ada 2 faktor
yaitu:
a.Faktor-faktor
organisasional
v Sistem
penggajian
v Kualitas dari supervisi
v Desentralisasi
kekuasaan
v Tingkat
kerja dan dorongan sosial
v Kondisi kerja yang menyenangkan
b.
Faktor Personal
v Variabel
kepribadian
v Status
dan senioritas
v Pekerjaan
yang sesuai dengan minat
v Kepuasan
hidup
Selanjutnya Robbins
(1996) menjelaskan lagi beberapa faktor yang
mempengaruhi
kepuasan kerja diantaranya :
v Tantangan
kerja
v Sistem
gaji yang adil
v Kondisi
kerja yang mendukung
v Rekan
kerja yang mendukung
Menurut Spector (1997)
aspek-aspek kepuasan kerja ada 2 faktor yaitu instrinsik dan faktor ekstrinsik.
Faktor-faktor ini dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini dalam skala
kepuasan kerja.
Factor
Interinsik
v Activity
: Seberapa jauh pekerjaan tersebut tetap
dapat meyibukkan individu
v Independence
: Kewenangan untuk dapat bekeja sendiri
v Variety
: Kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda-beda
v Social
status : Pengakuan masyarakat luas tentang status pekerjaan
v Moral
values : Pekerjaan tidak berhubungan dengan segala sesuatu yang dapat
mengganggu hati nurani
v Security
Kepastian kerja yang diberikan
v Social
service : Kesempatan untuk membantu orang lain mengerjakan tugas
v Authority
: Memiliki kekuasaan terhadap orang lain
v Ability
utilization : Kesempatan untuk menggunakan kemampuan yang ada
v Responsibility
:Tanggung jawab dalam membuat keputusan dan tindakan
v Creativity
: Kebebasan untuk mengungkapkan ide yang baru
v Achievement
: Perasaan yang didapat ketika menyelesaikan suatu tugas
Aspek
dan factor Eksterinsik
v compensation
Besarnya imbalan atau upah yang diterima
v Advancement
; Kesempatan untuk memperoleh promosi
v Coworkers
; Seberapa baik hubungan antara sesama rekan kerja
v Human
relations supervisions : Kemampuan atasan dalam menjalin hubungan interpersonal
v Technical
supervisions : Kemampuan atau skill atasan menyangkut segala sesuatu yang
berhubungan dengan pekerjaan
v Company
policies and practice : Seberapa jauh perusahaan menyenangkan para pekerja
v Working
conditions : Kondisi pekerjaan seperti jam kerja, temperatur, perlengkapan
kantor serta lokasi pekerjaan
v Recognition
: Pujian yang diperoleh ketika menyelesaikan pekerjaan yang baik.
Ada lima
komponen utama kepuasan kerja
yaitu:
Ø Sikap
terhadap kelompok kerja
Ø Kondisi
umum pekerjaan
Ø Sikap
terhadap perusahaan
Ø Keuntungan
secara ekonomi
Ø Sikap
terhadap manajemen
Ø
Dimensi
dan Aspek-aspek kepuasan kerja
Berdasarkan konsep para
hali terdapat tiga dimensi dalam kepuasan kerja yaitu;
v Kepuasan
kerja merupakan respion emosional terhadap situasi kerja maka dengan demikian bahwa kepuasan kerja dapat
dilihat dan diduga.
v Kepuasan
kerja sering dituntut menurut seberapa baik hasil yang dicapai yang memenuhi
atau melampaui harapan. Misalnya jika seorang anggota oraganisasi merasa bahwa
mereka bekerja terlalu keras dari pada yang lain dalam suatu department tetapi
meneroma penghargaan lebih sedikit maka mungkin mereka makan memiliki sikap
negatif pada perusahaan. rekan kerja dan mereka tidak puas. serta sebaliknya.
v Kepuasan
kerja mewakili sikap yang berhubungan selama bertahun-tahun. Luthans (2005)
menyatakan bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Hal-hal
utama dengan mengingat dimensi-dimensi paling penting yaitu gaji, pekerjaan itu
sendiri, promosi, pengawasan, kelompok kerja dan kondisi kerja.
DIMENSI KEPUASAN KERJA
v Nelson
and Quick (2006) mengungkapkan bahwa
kepuasan kerja dipengaruhi 5 dimensi
spesifik dari pekerjaan yaitu gaji, pekerjaan itu sendiri, kesempatan
promosi, supervisi dan rekan kerja.
v Gaji
: sejumlah upah yang diterima dan tingkat dimana hal ini bisa diangap sebagai
hal yang pantas dibandingkan dengen orang lain di dalam organisasi. Karyawan
memandang gaji sebagai refleksi dari bagaimana manajemen memandang kontribusi
mereka terhadap perusahaan.
v Promosi
merupakan factor yang berhubungan dengan ada atau tidaknya kesempatan
memperoleh peningkatan karier selama bekwerja. Kesempatan inilah yang memiliki
pengaruh yang berbeda pada kepuasan kerja.
v Supervise
merupakan kemampuan atasan untuk memberikan bantuan teknis dan dukungan prilaku
kepada bawahan yang mengalami permasalahan dalam pekerjaan.
v Rekan
Kerja merupakan tungakat dimana rekan kerja yang pandai dan mendukung secara
social merupakan factor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dan
atsannya dan dengan pegawai lainnya baik yang sama maupun yang berbeda jenis
pekerjaan.
Aspek
aspek Kepuasan kerja
v Aspek
Psikologis yang berhubungan dengan kejiwaandan minat, ketentraman kerja dan
sikap kerja, bakat dan ketrampilan dari karyawan.
v Aspek
social berhubungan dengan interaksi social baik antar sesame karyawan maupun
antar karyawan yang berbeda jenis kerja serta hubungan dengan anggota keluarga.
v Aspek
fisi berhungbungan dengan kondisi tubuhnya meliputi juga jenis pekerjaanya
pengaturan kerja, pengaturan waktu istirahat dan keadaan ruangan, kondisi
kesehatan dan umur.
v Aspek
Finasial berhubungan dengan jaminan ddan kesejatheraan yang melipti system
besaran gaji, jaminan social, tunjangan faislitas dan promosi.
v Employee
Well-Being yaitu kepuasan kerja mempengaruhi kesejahteraan karyawanpersaan
bahagia , sehat, sukses seorang karyqawan adalah konsekuensi kepuasan kerjanya.
v Stress
Kerja selain konsekuensi dari job satisfaction yaitu orang yang tidak puas akan
mengalami stress kerja tinggi yang diistilahkan dengan distress dan sebaliknya
eustress untuk yang memiliki kepuasan kerja.
Daftar
Pustaka
Waluyo, Minto. (2013).
Psikologi Industri. Jakarta: Akademia Permata
Koesmono, Teman.
(2005). Pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi dan kepuasan kerja serta
kinerja karyawan pada sub sektor industri pengolahan kayu skala menengah di
Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 07. Hal 171-188.
Johan, Rita. (2002).
Kepuasan kerja karyawan dalam lingkungan institusi pendidikan. Jurnal
Pendidikan Penabur, Vol.01, Hal 6-31.
Situmorang, Benyamin.
(2014). Pengaruh perilaku inovatif dan kepemimpinan pembelajaran terhadap
Kepuasan Kerja Kepala SMP di Medan. Elementary School Journal. Vol. 01. Hal
26-41.
Muzayanah, A., Dian, N.
(2008). Hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan kepuasan kerja karyawan
(guru). Jurnal Soul. Vol. 01. Hal 32-46.
0 komentar:
Posting Komentar