Home » » Tugas Minggu 3, Psi Manajemen

Tugas Minggu 3, Psi Manajemen

Unknown | 08.00 | 0 komentar
Nama : Putri Indriyani
NPM : 15512766
Kls : 3 Pa 19

DEFINISI KEKUASAAN

Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berfikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Ivermengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yang tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yang memerintah dan ada yang diperintah. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada Undang-Undang (objek dari kekuasaan).
Kekuasaan didasarkan pada posisi seseorang individu dalam subuah organisasi. Kekuasaan dapat berasal dari kemampuan untuk memaksa atau memberi imbalan, atau dari wewenang yang diperoleh.
Menurut Robbins (2008) Kekuasaan (power) mengacu pada mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi prilaku B sehingga B bertindak sesuai keinginan A. definisi mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu diaktualisasikan agar efektif dan subuah hubungan ketergantungan.
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu (Budiardjo,1972).

A.           Sumber – sumber  kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu :
1)       Kekuasaan Formal
Kekuasaan formal didasarkan pada posisi seseorang individu dalam subuah organisasi. Kekuasaan formal dapat berasal dari kemampuan untuk memaksaatau memveri imbalan, atau dari wewenang formal.
2)       Kekuasaan pribadi
a.         Kekuasaan karena keahlian (expert power) adalah pengaruh yang dipeoleh keahlian, ketrampilan khusus atau pengetahuan. Keahlian sumber pengaruh yang palin kuat katena semakin berorientasi pada teknologi. Pekerjaan terpsesialisasi menjadi semakin bergantung pada para ahli untuk mencapai tujuan.
b.         Kekuasaan rujukan (referent power) didasarkan identifikasi terhadap seseorang yang memiliki sumber atau sifat – sifat personal yang menyenangkan.

Pengertian Kekuasaan Menurut Para Ahli
1.         Pengertian Kekuasaan Menurut para Ahli
Max Weber, kekuasaan itu dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang actor didalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.
Walter Nord, kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
Miriam Budiardjo, Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.
Ramlan Surbakti,Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kekuasaan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan.
  
Sumber – sumber kekuasaan menurut French dan Raven
1.        Reward Power(imbalan)
Tipe kekuasaan ini memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu kejadian atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan kepuasan. Dalam deskripsi konkrit adalah “jika Anda dapat menjamin atau memberi kepastian gaji atau jabatan saya meningkat, Anda dapat menggunakan reward power Anda kepada saya”. Pernyataan ini mengandung makna, bahwa seseorang dapat melakukan reward power karena ia mampu memberi kepuasan kepada orang lain.
2.        Coercive Power(paksaan)
Kekuasan yang bertipe paksaan ini, lebih memusatkan pandangan kemampuann untuk memberi hukuman kepada orang lain. Tipe koersif ini berlaku jika bawahan merasakan bahwa atasannya yang mempunyai ‘lisensi’ untuk menghukum dengan tugas – tugus yang sulit, mencaci maki sampai kekuasaannya memotong gaji karyawan. Menurut David Lawless, jika tipe kekuasaan yang poersif ini terlalu banyakk digunakan akan membawa kemungkinan bawahan melakukan tindakan balas dendam terhadap perlakuan atau hukuman yang dirasakan tidak adil, bahkan sangat mungkin bawahan atau karyawan akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
3.        Riferent Power(sah)
Tipe kekuasaan ini didasarkan pada suatu hubungan ‘kesukaan’ atau liking, dalam arti ketika orang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan seperti yang di inginkannya. Dalam uraian yang lebih konkrit, seorang pimpinan akan mempunyai referensi terhadap para bawahannya yang mampu melaksanakan pekerjaan dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan atasannya.
4.        Expert Power (ahli)
Kekuasaa yang berdasar pada keahlian ini, memfokuskan diripada suatu keyakinanbahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan, pastilah ia memiliki pengetahuan,keahlian dan informasi yang lebih banyak dalam suatu persoalan. Seorang atasanakan dianggap memiliki expert power tentang pemecahan suatu persoalan tertentu,kalau bawahannya selalu berkonsultasi dengan pimpinan tersebut dan menerima jalan pemecahan yang di berikan pimpinan. Inilah yang disebut dengan Expert Power.
5.        Legitimate Power(referensi)
Kekuasaan yang sah adalah kekuasaan yang sebenarnya (actual power), ketikaseseorang melalui suatu persetujuan dan kesepakatan diberi hak untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi. Tipe kekuasaan inibersandar pada struktur social suatu organisasi, dan terutama pada nilai-nilaicultural. Dalam contoh yang nyata, jika seseorang dianggap lebih tua, memilikisenioritas dalam organisasi, maka orang lain setuju untuk mengizinkan orangtersebut melaksanakan kekuasaan yang sudah dilegitimasi tersebut.Dari lima tipe kekuasaan di atas mana yang terbaik? Scott dan Mitchellmenawarkan satu jawaban. Harus dingat bahwa kekuasaan hampir selalu berkaitandengan praktik-praktik seperti penggunaan rangsangan (insentif) atau paksaan(coercion) guna mengamankan tindakan menuju tujuan yang telah ditetapkan.Seharusnya orang-orang yang berada di pucuk pimpinan, mengupayakan untuksedikit menggunakan insentif dan koersif. Sebab secara alamiah cara yang palingefisien dan ekonomis supaya bawahan secara sukarela dan patuh untukmelaksanakan pekerjaan adalah dengan cara mempersuasi mereka. Cara-carakoersif dan insentif ini selalu lebih mahal, dibanding jika karyawan secara spontastermotivasi untuk mencapai tujuan organisasi yang mereka pahami berasal darikewenangan yang sah (legitimate authority)



LEADERSHIP

DEFINISI KEPEMIMPINAN
Definisi leadership menurut George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998:17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
A.           Definisi/ pengertian teori perilaku teori x dan teori y (X Y behaciour theory) Douglas Mcgregor
Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.
-          Teori X
 Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
-          Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. Teori Z dapat anda baca di artikel lain di situs organisasi.org ini. Gunakan fasilitas pencarian yang ada untuk menemukan apa yang anda butuhkan.

B.            Rensis Linkert dari Universitas Michighan mengembangkan model peniti penyambung (linking pin model) yang menggambarkan struktur organisasi.
Menurut Luthans (1973) struktur peniti penyambung ini cenderung menekankan dan memudahkan apa yang seharusnya terjadi dalam struktur klasik yang birokratik. Ciri organisasi berstruktur peniti penyambung adalah lambatnya tindakan kelompok, hal ini harus diimbangi dengan memanfaatkan partisipasi yang positif.  Bila seseorang memperhatikan dan memelihara pekerjanya dengan baik maka operasional organisasi akan membaik.
Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat sistem:
Sistem Pertama: Sistem yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik. Atasan tidak memiliki kepercayaan terhadap bawahan dan bawahan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskusikan pekerjaannya dengan atasan. Akibat dari konsep ini adalah ketakutan, ancaman dan hukuman jika tidak selesai. Proses komunikasi lebih banyak dari atas kebawah.
Sistem Kedua: Sistem yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih sensitif terhadap kebutuhan karyawan. Manajemen berkenan untuk percaya pada bawahan dalam hubungan atasan dan bawahan, keputusan ada di atas namun ada kesempatan bagi bawahan untuk turut memberikan masukan atas keputusan itu.
Sistem Ketiga: Sistem konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari karyawan. Disini karyawan bebas berhubungan dan berdiskusi dengan atasan dan interaksi antara pimpinan dan karyawan nyata. Keputusan di tangan atasan, namun karyawan memiliki andil dalam keputusan tersebut.
Sistem Keempat: Sistem partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan. Disini manajemen percaya sepenuhnya pada bawahan dan mereka dapat membuat keputusan. Alur informasi keatas, kebawah, dan menyilang. Komunikasi kebawah pada umumnya diterima, jika tidak dapat dipastikan dan diperbolehkan ada diskusi antara karyawan dan manajer. Interaksi dalam sistem terbangun, komunikasi keatas umumnya akurat dan manajer menanggapi umpan balik dengan tulus. Motivasi kerja dikembangkan dengan partisipasi yang kuat dalam pengambilan keputusan, penetapan goal setting (tujuan) dan penilaian.
Teori empat sistem ini menarik karena dengan penekanan pada perencanaan dan pengendalian teori ini menjadi landasan baik untuk teori posisional dan teori hubungan antar pribadi.

C.           Modern choice approach to participation
Teori kepemimpinan model Vroom dan Yetton ini merupakan salah satu teori kontingensi. Teori kepemimpinan Vroom dan Yetton disebut juga teori Normatif, karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentana gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. Vroom danYetton memberikan beberapa gaya kepemimpinan yang layak untuk setiap situasi.
Berikut ini saya akan memberikan subuah contoh pemimpin yang menggunakan gaya atau model teori dari Vroom dan Yetton. Misalnya adalah suatu pemerintahan di dalam masyarakat,dimana di dalam masyarakat ada ketua RT yang bertugas mimimpin wilayah didaerah nya dan ada masyarakat sebagai anggota nya. Ketika menemui suatu persolan atau permasalahan maka ketua RT akan mengumpulkan warga nya yang berperan sebagai anggota untuk ikut berkumpul dan mencari pemecahan masalah bersama-sama. Ketua RT akan menyampaikan permasalahan dan meminta saran pemecahan kepada masyarrakatnya.Semua saran dari anggota di tampung dan dievaluasi serta pemimpin dan para anggotanya bersama-sama mencari alternatif pemecahan masalahnya. Semua alternative di evaluasi untuk mencapai tujuan bersama dan untuk mencapai solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan. Seorang ketua RT tidak mempengaruhi anggota masyarakat untuk mengikuti saran darinya. Seorang ketua RT akan mengikuti saran alternatif pemecahan masalah yang menurut para anggota nya adalah adalah alternatif yang paling baik. Seorang ketua RT akan menerima saran pemecahan dan akan melaksanakan pemecahan yang di dukung oleh seluruh anggota.
Menurut teori Vroom dan Yetton seorang ketua RT menggunakan gaya kepemimpinan G-II,dimana gaya kepemimpinan ini memiliki ciri-ciri :
1.         Pemimpin memberitahukan persoalan kepada bawahan sebagai satu kelompok.bersama-sama mereka ,pemimpin menghasilkan dan menilai berbagai alternative pemecahan masalah dan berusaha untuk mencapai suatu kesetujuan atau konsensus mengenai satu pemecahan.
2.         Peran pemimimpin mirip seorang ketua.
3.         Pemimpin tidak mencoba untuk mempengaruhi kelompok untuk menerima pemecahan.
4.          Pemempin bersedia untuk menerima dan melaksanakan setiap pemecahan yang didukung oleh seluruh anggota kelompok.

       
D.           Path goal theory
Menurut teori path-goal, suatu perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sebuah sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku pemimpin akan memberikan motivasi sepanjang (1) membuat bawahan merasa butuh kepuasan dalam pencapaian kinerja yang efektif, dan (2) menyediakan ajaran, arahan, dukungan dan penghargaan yang diperlukan dalam kinerja efektif (Robins, 2002). Untuk pengujian pernyataan ini, Robert House mengenali empat perilaku pemimpin. Pemimpin yang berkarakter directive-leader, supportive leader, participative leader dan achievement-oriented leader. Berlawanan dengan pandangan Fiedler tentang perilaku pemimpin, House berasumsi bahwa pemimpin itu bersifat fleksibel. Teori path-goal mengimplikasikan bahwa pemimpin yang sama mampu menjalankan beberapa atau keseluruhan perilaku yang bergantung pada situasi (Robins, 2002).
Model kepemimpinan path-goal berusaha meramalkan efektivitas kepemimpinan dalam berbagai situasi. Menurut model ini, pemimpin menjadi efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut sebagai path-goal karena memfokuskan pada bagaimana pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk menggapai tujuan.
Model path-goal menjelaskan bagaimana seorang pimpinan dapat memudahkan bawahan melaksanakan tugas dengan menunjukkan bagaimana prestasi mereka dapat digunakan sebagai alat mencapai hasil yang mereka inginkan. Teori Pengharapan (Expectancy Theory) menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku individu dipengaruhi oleh hubungan antara usaha dan prestasi (path-goal) dengan valensi dari hasil (goal attractiveness). Individu akan memperoleh kepuasan dan produktif ketika melihat adanya hubungan kuat antara usaha dan prestasi yang mereka lakukan dengan hasil yang mereka capai dengan nilai tinggi. Model path-goal juga mengatakan bahwa pimpinan yang paling efektif adalah mereka yang membantu bawahan mengikuti cara untuk mencapai hasil yang bernilai tinggi.
Secara mendasar, model ini menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan untuk mempengaruhi persepsi bawahan tentang pekerjaan dan tujuan pribadi mereka dan juga menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin untuk memotivasi dan memberikan kepuasan kepada bawahannya. Model path-goal menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar:
Fungsi Pertama; adalah memberi kejelasan alur. Maksudnya, seorang pemimpin harus mampu membantu bawahannya dalam memahami  bagaimana cara kerja yang diperlukan di dalam menyelesaikan tugasnya.
Fungsi Kedua; adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya dengan memberi dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi mereka.

MOTIVASI
1.             Definisi Motivasi
Pengertian Motivasi menurut Para Ahli :
Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan  sesuatu.
Menurut Sardiman
Motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan.
Menurut Mulyasa
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.
Menurut Hamalik
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Menurut Sardiman
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

2.             Teory Drive Reinforcement
Dasar pemikiran teori ini adalah bahwa perilaku individual atau motivasi merupakan suatu fungsi dari konsekuensi dari perilaku tersebut. perilaku yang diberi penguatan cenderung diulang, sedangkan perilaku yang tidak diberi penguatan cenderung akan ditinggalkan atau tidak muncul.
Strategi utama atau kontegensi penguatan dengan penguatan (reinforce) positif : perilaku yang dikehendaki, perilaku positif, keberhasilan diberi reward (hadiah, penghargaan, pujian dsb) agar perilaku yg dikehendaki tersebut dipertahankan, diulang atau dengan kata lain ada usaha dari pihak manajemen untuk meningkatkan kekuatan atau frekuensi perilaku tersebut (positif, keberhasilan) dengan memberi reward.
A.       Reinforce negative
Berusaha untuk meningkatkan kekuatan atau frekuensi respon dari perilaku yg dikehendaki dengan menghindarkan adanya stimulus negatif yang memungkinkan adanya respon yang tidak dikehendaki.

B.       Punishment
Berupa perlakuan tertentu fokusnya bertujuan untuk menghilangkan perilaku yang tidak dikehendaki.


ANALISIS MODEL KEPEMIMPINAN
KEPEMIMPINAN  SOEKARNO
dr.(hc) ir. soekarno nama lengkap dari soekarno (er, eyd: sukarno, nama lahir: koesno sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

A.           Gaya Kepemimpinan Soekarno
Melihat bagaimana seorang Soekarno memimpin di dalam sebuah organisasimaupun pemerintahan, menunjukkan perannya yang sentral sebagai seorang pemimpinsejati, sebagai seorang inspirator, idealis dan sebagai simbol perjuangan rakyat dalammenegakkan negara yang berdaulat yang dapat dijadikan sebagai panutan. Akan tetapi,ia akhirnya dijadikan kambing hitam atas peristiwa yang mengakibatkan kekacauan politik di masa akhir kepemimpinannya. Dan gaya yang diterapkannya jelasmenunjukkan bahwa Soekarno merupakan tipe pemimpin yang demokratis denganmengedepankan semangat persatuan di atas kepentingan golongan, kelompok, ras, suku,agama tertentu akan tetapi juga ada yang menilainya sebagai pemimpin yang bertipe otoriter karena terkesan memaksakan kebijakan pemerintahannya kepada lembagalegislatif pada saat itu.
Sebagai seorang pemimpin sejati soekarno mampu membawa arah perjuangantetap konsisten meskipun banyaknya rintangan yang dihadapinya. Dapat dijadikan contoh ketika beliau berkali-kali dipenjara oleh pemerintahan kolonial, beliau tetaptegar bahkan semakin lantang dalam menentang penjajahan sampai memperolehkemerdekaannya. Dalam hal sebagai inspirator atau seorang idealis Soekarno dapat menunjukkan prestasinya melalui rumusan Pancasila yang menjadi dasar negara hingga sekarangdisamping pemikiran-pemikiran yang lain seperti Marhaenisme, kemandirian untuk hidup di atas kaki sendiri, nasionalisme persatuan di atas perbedaan yang ada di dalamnegara dan satu idealisme yang kontroversial mengenai konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis) demi tercapainya persatuan bangsa mencapaieksistensinya di dalam mempertahankan kemerdekaan. Sebagai pemimpin yang idealis, Soekarno tidak mudah terpengaruh dengan keadaan bangsa ketika dihadapkan padasituasi yang sedang gawat.
Beliau tetap berada untuk berada di atas prinsipnya sendiridan menghindari campur tangan asing. Idealis seperti ini tercermin dengan seringnya pergantian sistem pemerintahan demi mengatasi masalah di dalam keadaan yang berbeda-beda. Bahkan idealismenya terlihat agak otoriter karena harus memaksakan keputusannya dalam mengatasi krisis dengan dekrit presiden, dan mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup misalnya. Pada masa perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa, Soekarno layak disebutsebagai simbol perjuangan karena pada saat itu beliau mampu tampil sebagai diplomatdan orator yang mampu mengobarkan semangat perjuangan rakyat. Keberanian beliauterlihat ketika menyuarakan secara berapi-api tentang revolusi nasional, antineokolonialisme dan imperialisme. Dan juga kepercayaannya terhadap kekuatan massa, kekuatan rakyat. Beliau adalah seorang pemimpin yang rendah hati disamping sebagaiseorang pemberani. Sifat ini dapat dilihat dari dalam karyanya ‘Menggali ApiPancasila’. Beliau berkata “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karenarakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” Maka pantasapabila beliau dijadikan simbol perjuangan rakyat karena ketulusannya demi dan untuk rakyatnya.
Pada akhirnya, Soekarno tetaplah manusia biasa yang tidak terlepas darikesalahaan yang harus beliau bayar dengan melepaskan jabatannya sebagi PresidenRepublik Indonesia yang pertama. Pada akhir jabatannya beliau dianggap bersalahdengan terjadinya tragedi G 30 S PKI yang mengakibatkan beliau harus menjadikambing hitam (as scapegoat) atas terjadinya peristiwa itu dan harus turun tahta dari pemimpin bangsa setelah beliau berhasil mengawalinya.
Kelebihan :
Paling karismatik baik terhadap rakyat dan kaum wanita, Berani melawan kekuatan asing, komunikator ulung, pergaulan internasional terbaik. Dari beberapa penilaian orang luar negri tentang kelebihan soekarno yaitu:Howard Jones, dutabesar Amerika Serikat untuk Indonesia pada masa itu pernah mengatakan kepada koleganya di Washington bahwa Sukarno adalah gabungan antara Clark Gable dan Roosevelt. Ini perpaduan sempurna antara seorang superstar tampan yang dipuja banyak perempuan dengan keteguhan seorang negarawan yang diwakili Roosevelt. Pernyataan Howard sampai ke telinga Sukarno. Ia pun senang. Kepada Jones ia mengatakan sesungguhnya ia akan lebih senang kalau dianggap lebih menyerupai Clark Gable dibanding Rosevelt.
Karakter ini pula yang menjelaskan mengapa ia mudah terpukau dengan segala keindahan. Segala sesuatu berkait dengan keindahan pun melekat sepanjang hidupnya, mulai dari sastra, seni pertunjukan, rupa, dan lukis dan termasuk juga gadis-gadis cantik di sekitarnya. Semua menjadi alasan vitalitas enerjik seorang pria yang kemudian memegang tampuk kekuasaan tertinggi di dalam masyarakatnya.
Ia menikmati karya seni dan sanggup memberikan apresiasi terhadap seniman dan mutu karya yang mereka ciptakan sesuai dengan horison intelektualitasnya. “Kami memang merasa sebal dengan minatnya terhadap perempuan.  Tapi kami sangat terkesan dengan antusiasme dan ketertarikannya terhadap lembaga pendidikan, seni, patung dan musik kami. Itu semua bukan sekedar ketertarikan seorang amatiran. Ia tahu banyak dan memiliki perasaan yang mendalam terhadap semua itu,” ujar seorang pejabat protokol bangsa Eropa dalam kunjungan kenegaraan Sukarno di negerinya (Jones: 64).
Dari sini kita melihat bahwa kehidupan pribadinya pun adalah sebuah lukisan penuh warna tanpa basa-basi. Semua hadir apa adanya.

Kelemahan :
Ide Nasakom justru membuat pertentangan antar anak bangsa yang menjatuhkannya. Selain dari segi terdapat pula kelemahan dalam kepemimpinannya antara lain: Ia tidak memiliki alat-alat politik seperti Ho Chi Minh dengan organisasi Vietminh yang menghubungkannya dengan jutaan massa petani di perdesaan. Ia juga tidak memiliki kader seperti Vo Nguyen Giap yang membantunya membentuk Tentara Pembebasan Nasional Vietnam dan menerjemahkan orientasi politik menjadi sebuah tindakan militer. Sukarno hanya dikelilingi oleh pengagum, pengikut dan juga lawan-lawan politik yang berharap dapat meraih keuntungan melalui kedekatan pribadi dengan Sukarno.
Kekuatan politik Sukarno terbesar, yaitu kharisma pribadinya, pada akhirnya menjadi ironi terbesar yang menjadi batu sandungan dalam menjalankan roda kekuasaan itu. Sukarno lebih banyak dikelilingi orang-orang yang menjadi tangan kanan dan kiri dalam agenda-agenda politiknya. Ia mengatur bagaimana dan kapan tangan kanan dan tangan kirinya bergerak dalam momen politik tertentu.
Tetapi pengagum dan pengikut bukanlah kader yang mampu mengembangkan inisiatif dan imajinasi mandiri. Mereka bergerak dalam batasan yang menurut bayangan mereka sendiri sesuai dengan maksud pribadi Sukarno dan membuat interpretasi atas fakta-fakta terkait dengan sosok presiden. Pada akhirnya Sukarno selalu sendirian. Ia tidak memiliki rival sebagai alter-ego yang menandinginya, termasuk juga tidak memiliki kader yang melanjutkan apa yang menjadi cita-cita pribadinya. Ketika Sukarno jatuh dari tampuk kekuasaan, para pengagum dan pengikut pun ikut jatuh bersamanya. Sebagian yang berusaha bertahan hidup dalam suasana baru memilih meninggalkannya.
Dalam kaitan ini kita menilai ‘cara’ Sukarno menjalankan kekuasaannya. Memasuki era 1960an, Sukarno mengatur dinamika politik dengan menjaga pendulum keseimbangan politik untuk selalu di tengah dan terpusat pada dirinya sebagai pemimpin tertinggi.  Ketika PKI dihancurkan Sukarno kehilangan pendulum itu. Sesaat ia mencoba menciptakan pendulum keseimbangan baru, menggantikan kata Nasakom menjadi Nasasos sebagai cara ia mengendalikan kekuasaan. Tetapi semua terlambat dan Sukarno pun jatuh tergelincir.
Di luar politik dalam negeri, pandangan dan sikap politik luar negeri Sukarno adalah salah satu unsur penting yang mempercepat kejatuhannya. Ia menolak terlibat dalam pakta pertahanan yang diusulkan Amerika Serikat, SEATO. Sebaliknya ia berbicara tentang pembebasan dan netralitas dunia ketiga dalam politik non-blok. Penolakan dan tindakan Soekarno bagi para petinggi di  Washington pada akhirnya menjadi tidak lebih sekedar sebuah ‘lelucon orang sombong.’
Marshall Greens, duta besar Amerika Serikat menjelang masa kejatuhan Soekarno, menggambarkan rasa tidak suka terhadap sosok Soekarno dalam pernyataannya bahwa, ‘[p]enampilannya dengan berpeci tampak mirip Mussolini, dengan seragam militer yang tampan, tongkat komando, serta kefasihan pidato yang menimbulkan gairah.

Kesimpulan:
Soekarno memang telah menciptakan suatu konsep untuk menyatukan bangsa dengan Pancasilanya bahkan dengan pancasila ini semua yang berbeda-beda merasa satu dan kesatuan, menimbulkan sikap kebersamaan gotong royong dan beliau merupakan proklamator kemerdekaan untuk Negara Indonesia. Namun  walau bagaimanapun seseorang pemimpin politik tentu memiliki kekurangan yang menjadi kehancuran kepemimpinannya. Namun dari sekian banyak kekurangan yang dimiliki hendaknya kekurangan ini menjadi pelajaran untuk pemimpin selanjutnya.


GAYA KEPEMIMPINAN SOEHARTO
A.           Latar Belakang Masalah
Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan masa depan erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini masih membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dalam menghadapi permasalahan bangsa yang demikian kompleks. Ini selaras dengan kerangka ideal normatif sistem kepemimpinan nasional sebagai sebuah sistem dalam arti statik maupun arti dinamik. Dalam arti sistem yang bersifat statik, sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan komponen bangsa secara hierarkial (state leadership, political and entrepreneural leadership and societal leadership) maupun pada tatanan komponen bangsa secara horizontal dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sementara itu, dalam sistem yang bersifat dinamik, sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan aktivitas kepemimpinan yang berporos dari dan komponen proses transformasi (interaksi moral, etika dan gaya kepemimpinan) dan akhirnya keluar dalam bentuk orientasi kepemimpinan yang berdimensi aman, damai, adil dan sejahtera.
Saat ini, kita butuh pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan, kemajuan, dan kejayaan bangsa dan negara, bukan kepada kepentingan pribadi/kelompok, bukan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok, dan bukan pula kepemimpinan yang membiarkan hidupnya budaya anarkhisme, budaya kekerasan, dan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita butuh, pemimpin berwawasan kebangsaan, pemimpin Pancasilais, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD Negara RI Tahun 1945, serta memahami karakter dan kultur bangsa Indonesia.
Pemimpin dan kepemimpinan masa depan yang integratif harus memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak sebagai negarawan. Makna dari negarawan adalah seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengubah kondisi saat ini melalui proses untuk menciptakan kondisi yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan nasional dan mewujudkan cita-cita nasional. Pemimpin akan dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan-nya dengan efektif, apabila ia diterima, dipercaya, didukung serta dapat diandalkan.

Gaya Kepemimpinan Soeharto
Diawali dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 kepada Letnan Jenderal Soeharto, maka Era Orde Lama berakhir diganti dengan pemerintahan Era Orde Baru. Pada awalnya sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan menonjol dari Presiden Soeharto adalah kesederhanaan, keberanian dan kemampuan dalam mengambil inisiatif dan keputusan, tahan menderita dengan kualitas mental yang sanggup menghadapi bahaya serta konsisten dengan segala keputusan yang ditetapkan.
Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.
Tahun-tahun pemerintahan Suharto diwarnai dengan praktik otoritarian di mana tentara memiliki peran dominan di dalamnya. Kebijakan dwifungsi ABRI memberikan kesempatan kepada militer untuk berperan dalam bidang politik di samping perannya sebagai alat pertahanan negara. Demokrasi telah ditindas selama hampir lebih dari 30 tahun dengan mengatasnamakan kepentingan keamanan dalam negeri dengan cara pembatasan jumlah partai politik, penerapan sensor dan penahanan lawan-lawan politik. Sejumlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia diberikan kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan suara kepada satu partai penguasa Golkar.
Bila melihat dari penjelasan singkat di atas maka jelas sekali terlihat bahwa mantan Presiden Soeharto memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter, dominan, dan sentralistis. Sebenarnya gaya kepemimpinan otoriter yang dimiliki oleh Almarhum merupakan suatu gaya kepemimpinan yang tepat pada masa awal terpilihnya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Hal ini dikarenakan pada masa itu tingkat pergolakan dan situasi yang selalu tidak menentu dan juga tingkat pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Namun, dirasa pada awal tahun 1980-an dirasa cara memimpin Soeharto yang bersifat otoriter ini kurang tepat, karena keadaan yang terjadi di Indonesia sudah banyak berubah.
Masyarakat semakin cerdas dan semakin paham tentang hakikat negara demokratis. Dengan sendirinya model kepemimpinan Soeharto tertolak oleh kultur atau masyarakat. Untuk tetap mempertahkan kekuasaannya Soeharto menggunakan cara-cara represif pada semua pihak yang melawannya.
Pada masa Orde baru, gaya kepemimpinannya adalah Otoriter/militeristik. Seorang pemimpinan yang otoriter akan menunjukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dengan ciri-ciri :
1.         Kecendurangan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan maratabat mereka.
2.         Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
3.         Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Sesuai dengan masalah dan tujuan yang penulis angkat, pengukuran gaya kepemimpinan Presiden Soeharto di sini diukur dari aspek-aspek: (1) Status kepemimpinan dan kekuasaan; (2) Orientasi pada hubungan; (3) Orientasi pada tugas; (4) Cara mempengaruhi orang lain, dan (5) Kepribadian. Maka hasil analisis menunjukkan kecenderungan-kecenderungan sebagai berikut.

Kepribadian
Menurut penulis Presiden Soeharto adalah seorang pemimpin yang sederhana, tidak suka menonjolkan diri di hadapan orang lain. Ketika berbicara dengan orang lain atau menyampaikan pesan-pesan kepada bawahan atau orang-orang yang dipimpinnya dalam berbagai organisasi, ia tidak suka menunjukkan keberhasilan atau jasa-jasa yang dimilikinya.
Apabila ia berusaha menonjolkan diri sendiri, cara yang digunakan Presiden Soeharto biasanya adalah mengemukakan pengalaman atau jasa-jasa yang pernah diberikannya kepada bangsa dan negara pada masa lalu. Dalam menyampaikan pesan-pesan kepada bawahan dan orang-orang yang dipimpinnya, Presiden Soeharto berusaha menunjukkan jasanya yang besar dalam membela bangsa dan negara Indonesia, berani melawan musuh-musuh negara baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun pada masa pemberontakan G30S/PKI, dan keberhasilannya dalam penyelenggaraan pembangunan nasional.
Ø  Keberhasilan dan Kegagalan yang Dihasilkan Dari Gaya kepemimpinan Soeharto Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, kepemimpinan mantan Presiden Soeharto telah memberikan berbagaai kemajuan dan juga kemundurun. Hal ini dikarenakan kebijakan yang beliau ambil tergantung kepada gaya kepemimpinan yang beliau anut. Kekurangan dan kelebihan dari gaya kepemimpinan Soeharto yaitu:

B.            Keberhasilan yang Dihasilkan Dari Gaya Kepemimpinan Soeharto      
Walaupun terdapat berbagai kekurangan dari pemerintahan Soeharto tapi tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pemerintahan Soeharto Indonesia menjadi salah satu negara kaya dan disegani negara lain. kelebihan      
1.        Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000
2.        Kemajuan sektor migas
Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. Dengan kebijakan itu, Indonesia di bawah Orde Baru, bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi.
Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an, menurut Emil Salim, diawali dengan pembenahan di bidang politik. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru, dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai.
Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Namun, dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi, yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun, semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat.

C.           KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah gaya kepemimpinan Soeharto secara umum adalah otoriter, dominan, dan sentralistis . Dari periode ke periode kekuasaan Presiden Soeharto digambarkan Soeharto sebagai Kepala Negara, sebagai pusat kekuasaan politik di Indonesia. Perilaku kepemimpinan Presiden Soeharto ada yang berorientasi pada hubungan, tetapi juga ada yang berorientasi pada tugas. Gaya kepemimpinan Presiden Soeharto yang berorientasi pada hubungan digambarkan sebagai gaya kepemimpinan yang otoriter, kurang demokratis, mengutamakan hubungan dengan para menteri dan pejabat di bawahnya, serta fleksibel: dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi dan kondisi. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas direpresentasikan sebagai gaya kepemimpinan penuh perhatian pada pembangunan dalam lingkup nasional, tidak membedakan pembangunan daerah perdesaan dan perkotaan meskipun hanya berorientasi pada pembangunan sektor ekonomi saja. Selain itu, dari caranya mempengaruhi orang lain, gaya kepemimpinan Presiden Soeharto oleh media juga digambarkan sebagai gaya yang cenderung otoriter. Meskipun menggunakan kata-kata atau kalimat netral, tidak bersifat persuasive atau coercice, dan diikuti dengan penjelasan secukupnya. Sebagai seorang pemimpin, Presiden Soeharto juga digambarkan sebagai seorang yang tidak suka menonjolkan diri.
Selama 7 periode menjabat sebagai Presiden, banyak keberhasilan dan kegagalan yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan beliau. Berdasarkan pembahasan di atas, kekurangan darigaya kepemimpinan beliau menghasilkan eksploitasi sumber daya, diskriminasi terhadap warga Tionghoa, meningkatnya praktik KKN, pembangunan Indonesia yang tidak merata, dll. Namun, dibalik kekurangan-kekurangan tersebut masih terdapat kelebihan dari gaya kepemimpinan beliau diantaranya yaitu perkembangan GDP perkapita Indonesia, kemajuan sektor migas,  swasembada beras, dsb.


KEPEMIMPINAN  SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Beliau ini presiden pertama yang dipilih oleh rakyat. Orangnya mampu dan bisa menjadi presiden. Juga cukup bersih, kemajuan ekonomi dan stabilitas negara terlihat membaik. Sayang tidak mendapat dukungan yang kuat di Parlemen. Membuat beliau tidak leluasa mengambil keputusan karena harus mempertimbangkan dukungannya di parlemen. Apalagi untuk mengangkat kasus korupsi dari orang dengan back ground parpol besar, beliau keliahatan kesulitan. Sayang sekali saat Indonesia punya orang yang tepat untuk memimpin, parlemennya dipenuhi oleh begundal-begundal oportunis yang haus uang sogokan.
Pembawaan SBY, karena dibesarkan dalam lingkungan tentara dan ia juga berlatar belakang tentara karir, tampak agak formal. Kaum ibu tertarik kepada SBY karena ia santun dalam setiap penampilan dan apik pula berbusana. Penampilan semacam ini meningkatkan citra SBY di mata masyarakat.
SBY sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun, di manapun, dan dalam kondisi apapun. Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu, lambat, dan tidak "decisive" (tegas). Sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap kritik. Hanya sayang, konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik.

Sistem Pemerintahan SBY
A.      Kelebihan dan Kekurangan masa SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikenal paling sering melakukan curhat di hadapan publik. Sebut saja saat dirinya diancam teroris, gaji tidak naik selama sekian tahun dan sebagainya.
Nah, belakangan curhat juga mulai dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Namun, jika dilihat-lihat curhat keduanya berbeda, terutama soal isi pesan.
Berikut beda curhat SBY:
1.      SBY curhat disebut seperti kerbau
Presiden SBY pernah panas dengan aksi demonstrasi 28 Januari 2010 di Jakarta. Pasalnya, dalam unjuk rasa 100 pemerintahan SBY itu ada seekor kerbau yang digiring dan dinamai sebagai 'SiBuYa', berikut dengan gambar sketsa Presiden SBY.
Tersinggung, SBY menyampaikan keluh kesahnya saat pertemuan dengan menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Bar, 2 Februari 2010.
"Di sana ada yang teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas," kata SBY dengan raut muka sangat serius ketika itu.
SBY mengimbau agar demokrasi yang merupakan bagian dari reformasi dilakukan dengan bermartabat.
2.      SBY curhat 7 tahun gaji tak naik
Tak hanya soal 'kerbau', Presiden SBY juga pernah curhat soal gajinya yang tidak naik selama tujuh tahun terakhir. Curhat itu disampaikan SBY pada Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 21 Januari 2011.
"Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik," kata SBY disambut tawa para perwira TNI-Polri yang hadir.
Rupanya SBY curhat soal gajinya untuk memulai pernyataan bahwa pemerintah memperhatikan kesejahteraan para prajurit.
"Soal kesejahteraan prajurit dan anggota Polri, ini bukan retorika dan janji-janji kosong, bukan kebohongan. Tiap tahun kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi sudah diberikan untuk meningkatkan kerja dan prestasi," imbuh SBY.
Namun, namanya komunikasi publik. Isu curhat tak naik gaji itu pun bergulir. Banyak pengamat justru menilai dengan curhat seperti itu, SBY sebenarnya ingin naik gaji.
3.      Rancangan Undang-Undang Pengadilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU Pengadilan TIPIKOR), BELUM RAMPUNG
4.      Kekuatan militer (TNI) yang semakin RAPUH (baik dr sarana dan prasarana maupun kesejahteraan prajurit)
5.      Masalah LUMPUR LAPINDO di Sidoarjo - Jawa Timur, BELUM SELESAI
6.      Pungli yang masih MERAJALELA
7.      Perhatian pemerintah akan nasib TKI dan perlindungan HUKUM bagi mereka di Luar Negeri

8.      Permasalahan HAM yg belum tuntas
9.      SBY kerap mempraktikkan konsep neoliberal yang bersikap kooperatif dengan pihak kreditor dan lebih ramah pada investor asing. SBY juga suka menumpuk utang negara, memberi konsesi-konsesi tambang mineral dan migas pada investor asing, serta tunduk pada Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa untuk membuka pasar domestik.
"Bahkan SBY lebih suka mengurus partai dari pada rakyatnya yang terus menjadi korban dari agenda-agenda neoliberalnya," kata Dani di Jakarta, Senin (8/4/2013)
10.  Kepastian hukum belum sepenuhnya terwujud,
11.  Masih maraknya korupsi,
12.  Birokrasi yang dianggap belum mencerminkan good governance,
13.  Kerusakan lingkungan hidup, infrastruktur yang masih kurang memadai,
14.  Serta biaya politik yang masih tinggi, terutama dalam pilkada.
15.  Presiden SBY juga mencatat  gangguan terhadap kerukunan dan toleransi serta sejumlah aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban publik masih kerap dijumpai.

B.       Kelebihan
Berikut adalah klaim-klaim keberhasilan SBY (Demokrat) dalam berbagai iklan kampanye :
Klaim 1 : Harga BBM diturunkan hingga 3 kali (2008-2009), pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa :
1.         Dalam sejarah harga BBM, untuk pertama kali sepanjang sejarahIndonesia, pemerintah menjual BBM dengan termahal yakni Rp 6000 per liter.
2.         Tidak hanya itu, pada Desember 2008, untuk pertama kalinya sepanjangg sejarah Indonesia, harga premium yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi daripada harga premium di Amerika Serikat. Pada minggu I dan II, harga BBM Indonesia adalah Rp 5500 padahal di AS dibawah Rp 5335 per liter. Dan pada minggu III dan IV, harga BBM Indonesia Rp 5000 padahal di AS dibawah Rp 4892 per liter.

Klaim 2 : Perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun, tertinggi setelah orde baru.
Antitesa :
1.         Pertumbuhan diatas 6% hanya terjadi pada tahun 2007 dan 2008, sedangkan pada tahun 2005 (5.6%), 2006 (5.5%), dan 2008 dibawah 5%. Jadi, pernyataan perekonomian terus tumbuh diatas 6% merupakan suatu kebohongan publik.
2.         Padahal dalam kampanye pilpres 2004, SBY memiliki janji angin surga yang dituangkan dalam RPJM bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2009 adalah 5.5%, 6.1%, 6.7%, 7.2% dan 7.6%. Merujuk pada janji yang tersebut, maka fakta pertumbuhan yang rata-rata dibawah 6% selama 5 tahun merupakan kegagalan janji angin surga. Pertumbuhan rata-rata dibawah 6% per tahun jauh dari kegagalan menahan inflasi yang mencapai rata-rata 10.3% per tahun.

Klaim 3 : Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
Antitesa : Jika cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.

Klaim 4 : Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
Antitesa : Jika cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun. Inilah pertama kaliIndonesia menjadi negara pengutang dengan angka utang tertinggi sepanjang sejarah.

Klaim 5 : Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008
Antitesa :
1.         Secara relatif jumlah utang negara turun, tapi secara absolut utang negara naik 33% dari Rp 1275 T pada 2004 menjadi Rp 1700 triliun pada Maret 2009.
2.         Sampai hingga saat ini, pemerintah masih setia membayar utang najis serta pengelolaan penarikan utang luar negeri yang bermasalah seperti dilaporkan BPK dan KPK.
Klaim 6 :Utang IMF lunas
Antitesa : Utang IMF 9 miliar USD bersifat nonlikuid. Keputusan menghentikan kontrak dengan IMF telah dilakukan pada 2004. Ketika utang IMF lunas, utang luar negeri kepada ADB meningkat dan disisi lain utang dalam negeri naik 50% selama 4 tahun dan tertinggi sepanjang sejarah

Klaim 7 :CGI dibubarkan.
Antitesa : IGGI/CGI merupakan grup lembaga keuangan dan negara asing yang menjadi kreditor utang Indonesia. Negara-negara anggota CGI adalah ADB, IMF, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Inggris Raya, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swiss dan Amerika Serikat. Jadi, meksipun CGI dibubarkan, negara-negara kreditor seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang dan lembaga keuangan ADB atau Bank Dunia masih menjadi negara kreditor Indonesia. Pencitraan pembubaran CGI hanyalah kedok pencitraan atas sebuah lembaga institusi, padahal anggotanya CGI masih eksis. Istilahnya, ular berbisa yang ganti kulit. CGI bubar, tapi negara kreditor masih hidup dan berkembang dalam utang luar negeri Indonesia.

Klaim 8 :Mengadakan program-program pro-rakyat seperti: BLT, BOS, Beasiswa, JAMKESMAS, PNPM Mandiri, dan KUR tanpa agunan tambahan..
Antitesa : Dengan terbuktinya bahwa hampir 52% dana BLT digunakan penduduk miskin untuk membeli rokok, maka program ad hoc BLT merupakan program yang tidak memiliki dampak positif jangka panjang bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Padahal pada awalnya BLT hanya digunakan untuk mengkompensasi kenaikan BBM. Sehingga pemberian BLT di tahun 2009 (bukan dalam agenda kenaikan BBM) menyedot penambahan utang negara. Program BOS, beasiswa, Jamkesmas merupakan program implementasi yang diwajibkan/amanah dari UU 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.. Sehingga tim iklan SBY harus dengan jujur mengatakan mana kewajiban/amanah UU, mana pula hasil kreatifitas pemimpin. Sebagai contoh : BLT merupakan program yang tidak diamanahkan melalui UU.
Klaim 9:Anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN, pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa : Peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% merupakan amanah yang harus dilaksanakan secepat mungkin setelah UU 20 tahun 2003 disahkan pada Juli 2003. Namun, meski SBY telah memimpin selama 4 tahun, namun tidak ada niatnya untuk menganggarkan pendidikan sebesar 20%. Tiap tahun sejak 2005, gugatan demi gugatan yang dilakukan PGRI atas kebijakan pemerintah SBY yang melanggar amanat konstitusi UU 20/2003. Akhirnya, perjuangan dan semangat pantang menyerah para guru dalam wadah PGRI akhirnya pertengahan 2008, suara para guru menang atas kebijakan SBY bersama DPR yang tidak merealisasikan anggaran 20% untuk pendidikan. Atas jerih payah dan gugatan para guru, tiba-tiba SBY dan Demokrat mengklaim 20% adalah keberhasilannya. Suatu hal yang sangat bertolak belakang, dengan fakta yang sesungguhnya. Justru keberhasilan anggaran pendidiakn 20% merupakan keberhasilan perjuangan guru melawan ketidakpatuhan pemerintah atas amanah UU Sisdiknas. Aneh.

Klaim 10 : Pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Anggaran kesehatan naik 3 kali lipat dari sebelumnya, tertinggi sejak orde baru.
Antitesa : Biaya rata-rata kesehatan terus meningkat. Meningkatnya biaya kesehatan dan minimnya ketersediaan layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit telah menjadi isu yang hangat pada tahun 2007-2008. Bahkan, mahalnya biaya kesehatan menyebabkan masyarakat lebih percaya pada dukun cilik Ponari. Jika dikatakan anggaran kesehatan naik 3 kali, maka kita tanyakan kembali apakah layanan kesehatan meningkat tiga kali? Ternyata tidak. RS Cipto tetap menolak pasien untuk rawat inap di RS dan meminta pasien tinggal di luar RS. Hal ini lebih terkait dengan inflasi. Sebagai contoh. Pada tahun 1997, UMR rata-rata sekitar Rp 220 000. Tapi pada tahun 2009 sudah naik hampir 3.5 kali yakni Rp 800.000 per bulan. Dengan pikiran sempit, maka SBY(Demokrat) akan mengklaim bahwa ini prestasi tertinggi sepanjang sejarah dalam hal UMR. Tapi, ingat pada beban masyarakat. Pada tahun 1997, dengan gaji UMR tersebut seorang kepala keluarga dapat membeli sekitar 300 kg beras (harga beras Rp 700 per kg). Tapi, di tahun 2009 dengan UMR sekarang, seorang kepala keluarga hanya mampu membeli sekitar Rp 160 kg beras (harga beras Rp 5000 per kg). Artinya apa? Kenaikkan pendapatan jauh dibawah kenaikan inflasi.

Klaim 11 :Korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Lebih dari 500 pejabat publik diproses secara hukum, tertinggi sejak merdeka.
Antitesa :
1.      Sampai saat ini, kasus korupsi dana non-budgeter DKP 2004 tidak diselesaikan secara menyeluruh Berdasarkan pengakuan terpidana Rokhmin Dahuri dan tersangka Amien Rais bahwa pasangan capres-cawapres 2004 menerima aliran dana dari Rokhmin Dahuri. Dan salah satunya adalah SBY-JK yang menerima dana korupsi non-budgeter DKP sebesar Rp 225 juta. Namun kasus ini dihentikan setelah SBY berjabat tangan dengan Amien Rais di Bandara Halim tahun 2007. Bagaimana kasus aliran dana korupsi yang membawa nama para capres (termasuk SBY) dapat dihentikan begitu saja? Dan ironisnya hanya Rokmin Dahuri menjadi tumbal. Inikah pemberantasan korupsi tanpa bulu? Belum lagi kita berbicara mengenai penanganan kasus royalti batubara, BLBI, suspensi saham BUMI dan luapan lumpu Lapindo.
2.      Perlu diketahui bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi lebih diperankan oleh lembaga KPK. KPK dapat eksis melalui UU 31 tahun 1999 di Pemerintahan BJ Habibie yang kemudian direvisi kembali dalam UU 30 Tahun 2002 tentang Tipikor dibawah Pemerintah Megawati. Dan perlu dicatat, KPK adalah lembaga independen yang dibentuk untuk memberantas korupsi dan melapor hasil kerjanya pada DPR dan Presiden.

Klaim 12 :Pengangguran terus menurun. 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008.
Antitesa: Melalui klaim ini, justru sebenarnya menunjukkan pemerintahan SBY gagal dalam merealisasi janji angin surga pada tahun kampanye 2004 yang dituangkan dalam RPJM. Dalam RPJM, janji akan mengurangi angka pengangguran dari 9..9% pada tahun 2004 menjadi 5.1% pada tahun 2009. Tapi, faktanya, meskipun anggaran naik dengan program PNPM atau KUR, jumlah penduduk yang menganggur tidak kunjung berkurang sesuai dengan janji angin surganya. Dan data tahun 2008 mencatat angka pengangguran adalah 8.4% jauh dibawah angan-angan surga.
Klaim 13 :Kemiskinan terus turun 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.
Antitesa: Jika tim iklan SBY-Demokrat mau jujur, fakta angka kemiskinan justru menunjukan kegagalan janji SBY dalam pilpres 2004 yang dituangkan dalam RPJM 2005. Janji angka kemiskinan dalam RPJM di tahun 2009 adalah 8.2%, tapi hingga tahun 2008, angka kemiskinan masih diatas 15.4% tidak jauh bergeser dengan tahun 2004. Meskipun adanya program andalan seperti PNPM atau KUR, jumlah penduduk miskin tidak mengalaimi pengurangan signifikan. Bayangkan meskipun anggaran naik 300%, angka kemiskinan pada 2004 berjumlah 36.1 juta jiwa hanya turun 35 juta jiwa pada Maret 2008 dan meningkat kembali menjadi 40 juta jiwa pada Desember 2008.


Kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia
Siapa yang tidak kenal dengan pria kelahiran 21 Juni 1961, dan berasal dari surakarta. Dia adalah Joko Widodo atau yang sering di panggil jokowi. Dimulai dengann karirnya sebagai pengusaha mebel, kemudian pada tahun 2005 – 2012 beliau terpilih menjadi walikota surakarta, dan pada tahun 2012 – 2014 beliau menjabat sebagai gubernur ibu kota jakarta, yang terakhir ini pada tahun 2014 beliau terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Sungguh luar biasa sekali pencapaian karir seorang joko widodo dalam setiap periodenya beliau selalu menduduki jabatan strategis atau menjadi pemimpin baik di daerah maupun memimpin negeri ini. Dari pencapaian tersebut mengenai karir seoorang jokowi dalam memimpin masyarakat tentu terbesit pertanyaan apakah kinerja jokowi dalam memimpin masyarakat atau dengan kata lain memimpin negeri ini sudah benar – benar sesuai dengan apa yang di janjikan ketika beliau sedang berkampanye. Seperti yang di kutip oleh website KPU bahwa ada beberapa nawacita dari presiden Joko Widodo yaitu: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera". Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. Namun dari ke sembilan nawacita atau janji yang diutarakan oleh presiden joko widodo ada beberapa yang belum dilaksanakan bahkan ada beberapa kesalahan – kesalahan yang dilakukan jokowi, yaitu : Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Nyatanya, ketika mencalonkan Komjen Budi Gunawan sebagai calon kepala Polri, tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Hal itu terasa janggal, lantaran saat pemilihan menteri Kabinet Kerja, Jokowi menggandeng dua lembaga tersebut. Meskipun akhirnya Komjen Budi Gunawan dinyatakan batal status tersangka oleh KPK setelah menang di sidang praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), komitmen Jokowi mulai diragukan. Selanjutnya Presiden Jokowi mengomentari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan. Jokowi secara mengejutkan mengaku tidak selalu memeriksa sejumlah Perpres secara rinci lantaran begitu banyak jumlah dokumen yang harus tandatanganinya. berikutnya Ketika masih menjabat wali kota Solo, Jokowi gemar mengidentikkan diri sebagai pemimpin yang dekat dengan wong cilik. Dia pun satu suara dengan PDIP terkait kebijakannya yang tak akan menaikkan harga BBM kalau terpilih menjadi presiden RI. Selanjutnya pak jokowi tidak mneghapuskan kebijakan outsourcing padahal ini dapat merugikan buruh terutama buruh dari negeri ini. Dari beberapa kesalahan yang dilakukan jokowi diatas belia juga memiliki keberhasilan atau kebijakan – kebijakan yang menurut saya dapat.diacungi jempol misalnya pak jokowi benar – benar menindak tegas keadilan hukum terhadap pidana kasus narkoba beliau tidak memberikan ampun terhadap permohinan keringanan terkait dengan hukum tersebut wealaupun banyak sekali desakan 0 desakan dari negara lain namun pak jokowi tetap berani untuk menegakan hukum tersebut. Berbicara mengenai kekeliruan – kekeliruan atau hal – hal yang belum dilakukan oleh presiden republik indonesia serta kelebihan atau kebijakan ynag dapat menguntungkan masyarakat tidak akan ada hentunya selama bapak presiden kita masih menjalankan amanatnya sebagai prsiden, maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus peduli dan selalu memantau sekaligus mengawasi kinerja dari pemimpin tertinggi negeri ini agar kebijakan – kebijakan yang belia buat tidak bersebreangan dengan apa yang telah menjadi nawacita pada awal pemilihan presiden tersebut dan apabila terjadi kesalahan – kesalahan maka dapat di perbaiiki agar kembali sesuai dengan nawacita yang sudah dibuat diawal.

Analisa Kepemimpinan Jokowi  :
1.         Blusukan yang di lakukan jokowi iya masukkan ke dalam manajemen perencanaan dan manajemen control
Kita sering mendengar, bagaimana Gubernur Jakarta sekarang, Joko Widodo, sering berkunjung ke masyarakat untuk memahami masalah-masalah masyarakat. Media memberi nama untuk gaya memimpin semacam ini, yakni “blusukan”.
Hampir setiap hari, ia berkeliling kota, mengunjungi berbagai tempat, dan berbicara dengan warganya. Dari tatap muka langsung ini, ia bisa mendapatkan gambaran nyata tentang akar masalah sosial masyarakatnya, lalu mulai membuat langkah nyata untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Gaya semacam ini tentu memiliki kelebihannya sendiri. Setiap kebijakan politik yang bermutu lahir dari data-data yang akurat. Namun, data-data yang diberikan kepada para pemimpin politik seringkali tidak akurat, sehingga kebijakan yang dibuat pun akhirnya tidak menyelesaikan masalah yang ada, justru memperbesarnya. Jarak antara data yang biasanya berupa statistik, dengan kenyataan di lapangan inilah yang bisa diperkecil dengan gaya politik blusukan.
Politik “blusukan” juga memungkinkan para pemimpin politik bertatap muka langsung dengan warganya. Interaksi ini tentu saja membangun kedekatan dan rasa percaya, yang amat penting sebagai pengikat masyarakat, supaya tak mudah pecah, dan bisa bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
Dengan politik “blusukan”, para pemimpin politik bisa memeriksa langsung, apakah keputusan yang telah ia buat dijalankan dengan baik atau tidak. Dari sudut pandangan metode berpikir ilmiah, ini disebut juga verifikasi. Banyak pemimpin lupa memeriksa lagi, apakah kebijakan yang telah dibuat sungguh membantu masyarakat atau tidak. Dengan politik blusukan, gaya lama semacam ini bisa dihindari.
Namun, “blusukan” juga memiliki kelemahannya. Blusukan bisa merosot menjadi politik pencitraan, ketika pimpinan politik hanya berkeliling di masyarakat, supaya terlihat peduli, namun tak ada keputusan nyata yang bisa membantu memecahkan pesoalan-persoalan sosial masyarakat.
2.         Mendelegasikan wewenang
Jokowi bisa mendelegasikan tidak hanya tugas tetapi juga wewenang atau mandat untuk melakukan tugas-tugas. Pedelegasian dapat menumbuhkan rasa bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang harus dikerjakan. Jokowi sadar sebagai pemimpin dia tidak bisa bekerja sendiri. (Contoh: Jokowi mendelegasikan tugas dan wewenang kepada ahok dan kepala2 dinas dan juga kepada para walikota serta camat dan lurah, meskipun ini masih belum berjalan dengan baik tetapi dia telah berusaha dengan lelang jabatan dan rotasi petugas sehingga mempunyai sama visi dan misi untuk nantinya bisa dipercayakan dengan tugas dan wewenang demi memajukan Jakarta, dan untuk mencapai tujuan yang sama).
Pendelegasikan wewenang  mesti dibarengi dengan skala prioritas kerja yang diintruksikan gubernur, sehingga menjadi acuan bagi setiap pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Supaya pemerintahan efektif, tidak mungkin ditangani sendiri semuanya, tapi ada pendelegasian wewenang. Tanggung jawab utama tetap penuh ada di kepala daerah, bukan di wakil.
3.         Setiap bekerja selalu ingin mendengar, tahu keluhan rakyat, dan kesulitan rakyat
Pemimpin yang mau langsung turun lapangan dan mendengarkan permasalahan dari warganya, maka akan mendapatkan laporan yang sebenarnya. Dengan demikian akan bisa langsung diambil tindakan. Empathy’ atau ikut merasakan perasaan atau penderitaan orang lain adalah karakteristik lain kepemimpinan Jokowi yang menonjol.
4.         Blusukan juga menjaring aspirasi bagi rakyat
Pemimpin dengan mengenali dan memahami kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan kepentingan mereka.
Strategi ‘blusukan’ ke jantung masyarakat yang dilakukan Jokowi jelas dimaksaudkan untuk ‘healing’ sehingga keluarlah kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat, seperti Kartu Jakarta Sehat, Relokasi ke Rusun, Pesta Rakyat Betawi, dll.
5.         Dalam membuat sebuah kebijakan/keputusan  harus merencanakan nya terlebih dahulu berorientasi pada hasil dilakukan Jokowi dengan mengawali dengan membangun konsensus bersama, kemudian membagi tugas secara jelas, dan selanjutnya memantau pelaksanaan pekerjaan hingga berhasil sesuai yang direncanakan.

Dari analisa diatas dapat disimpulkan bahwa tipe kepemimpinan yang dipakai jokowi yaitu :
1.         Demokrat
Sebelum membuat suatu keputusan jokowi  selalu ingin mendengar, tahu keluhan rakyat, dan kesulitan rakyatnya, dengan begitu iya bisa  memutuskan kebijakan/keputusan  yang direncanakannya dan berunding dengan bawahan nya terlebih dahulu.
2.         Non personal
Karena jokowi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta yang di lantik oleh Menteri dalam Negeri  melalui sumpah/janji.
3.         Kharismatik
-          Jokowi mempunyai daya penarik yang sangat besar, karena itu umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya juga besar.
-          Pengikut jokowi tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan menaati pemimpinnya.
-          Karisma yang dimiliki tidak bergantung pada umur, kekayaan, kesehatan, ataupun  ketampanan jokowi.

Dari analiasa diatas kita juga bisa menyimpulkan gaya kepemimpinan yang dipakai oleh jokowi:
Gaya kepemimpinan demokratis
Karena jokowi selalu mendelegasikan wewenangnya, dengan pendelegasian wewenang tersebut tiap-tiap divisi diberi kepercayaan penuh untuk menyelesaikan tugasnya dan secara berkala jokowi akan memantau/mengontrol pekerjaan yang telah diberikan pada masing-masing divisi.
KESIMPULAN
Analisa kepemimpinan jokowi  :
1.         Blusukan yang di lakukan jokowi iya masukkan ke dalam manajemen perencanaan dan manajemen control. Menimbang kelemahan dan kekurangannya, politik “blusukan” tetap perlu dijalankan oleh para pimpinan politik kita di Indonesia, asalkan tetap mempertimbangkan efisiensi dan keterukuran kinerja. Politik “blusukan” jelas cocok dengan masyarakat demokratis, di mana kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas utama. Namun, “blusukan” tetap harus dibarengi dengan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang nyata, mulai dari persoalan kecil (trotoar untuk pejalan kaki) sampai dengan yang paling besar (banjir dan macet).
2.         Mendelegasikan wewenang
3.         Setiap bekerja selalu ingin mendengar, tahu keluhan rakyat, dan kesulitan rakyat
4.         Blusukan juga menjaring aspirasi bagi rakyat
5.         Dalam membuat sebuah kebijakan/keputusan  harus merencanakan nya terlebih dahulu


DAFTAR PUSTAKA



Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Jakarta: UMM.

Anshoriy. N. (2008)  Dekontruksi kekuasaan. Yogyakarta : PT LKiS pelangi aksara Yogyakarta.

Budiardjo, M. (1972) Dasar – dasar ilmu politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Dalam analisis ini status kepemimpinan Presiden Soeharto dilihat dari ucapan atau pernyataan Presiden Soeharto sendiri mengenai status dirinya, misalnya: “Saya sebagai pribadi ....”, “Saya sebagai Kepala Negara ....”, “Saya sebagai Pimpinan Kabinet .... “, atau “Saya sebagai Mandataris MPR-RI ....”.

Edward Hoffman. 1988. A Biography of Abraham Maslow. Los Angeles: Jeremy P. Tarcher.

Entman, R.M. & A. Rojecki, The Black Image in the White Mind: Media and Race in America, Chicago: University of Chicago Press, 2000.

Fiedler, F. E. and Chemers, M. M. (1974) Leadership and Effective Management, Glenview, IL: Scott, Foresman and Co.

Hendel, Tova, Miri Fish & Vered Galon, “Leadership style and choice of strategy in conflict management among Israeli nurse managers in general hospitals”, International Education Journal, Vol. 4 No. 3, 2003, http://www.iej.cjb.net

http://besoklagiaja.blogspot.com/2013/04/empat-beda-curhat-jokowi-dan-sby.html

http://besoklagiaja.blogspot.com/2013/04/empat-beda-curhat-jokowi-dan-sby.html

http://blog.uny.ac.id/iisprasetyo/2009/08/31/teori-path-goal-dalam-kepemimpinan/

http://dte.gn.apc.org/76ais.htm, diakses pada Minggu 12 Desember 2010

http://hanggara-inginpintar.blogspot.com/2011/12/gaya-kepemimpinan-bungkarno.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno

http://loka-majalah.com/archives/966

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.nawa.cita.9.agenda.prioritas.jokowi-jk,http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/06/06/npiash-ini-daftar-kesalahan-fatal-jokowi-semasa-jadi-presiden-part5

http://news.liputan6.com/read/556076/perbedaan-jokowi-sby-soal-utang

http://news.liputan6.com/read/556076/perbedaan-jokowi-sby-soal-utang
http://teorimempengaruhiperilaku.blogspot.com/2009/11/leadership.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/modern-choice-approach-to-participation/

http://www.academia.edu/3771258/31010-10-362690505737

http://www.kompasiana.com/yogi-pratama/analisis-kepemimpinan-jokowi-sebagai-presiden-republik-indonesia_564631eec7afbd6b058b45c9

http://www.merdeka.com/politik/empat-beda-curhat-sby-dan-jokowi/jokowi-tak-masalah-tak-digaji.html

 http://www.merdeka.com/politik/empat-beda-curhat-sby-dan-jokowi/jokowi-tak-masalah-tak-digaji.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan

Kartono, Kartini. ABRI dan Permasalahannya - Pemikiran Reflektif Peranan ABRI di Era Pembangunan (Bandung: Mandar Maju, 1996).

Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan. Cetakan Kesembilan  (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001).

Khalili. S. Leadership Style and their Applications in the Iranian Management System. (Tehran: Iran, 1994), hal. 47.


Lewig, K.A. & M.F. Dollard, “Social construction of work stress: Australian newsprint media portrayal of stress at work, 1997-98”, Work & Stress, 2001, vol. 15, No. 2, hal. 179-190.

Malkistangel.(2011) 10 Maret. Kekuasaan dan Kepemimpinan.

McQuail, Dennis. Teori Komunikasi Massa, Edisi Kedua (Jakarta: Erlangga, 1996).

Ministry of Health of New Zealand, Suicide and the Media – The reporting and portrayal of suicide in the media. 1999. http://www.moh.govt.nz

Nasikun. 1993. Sistem Sosial Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada



Pingree, S., R. Hawkins, M. Butler & W. Paisley, “A scale of sexism”, Journal of Communication, 24, hal. 193-200; R. Kolbe & P. Albanese, “Man to man: a content analysis of sole-male images in male audience magazines”, Journal of Advertising, 25 (4), hal. 1-20.

Putryajja.(2009) 18 Oktober. Bentuk-Bentuk Kekuasaan.

Rasidi, Zaim. Soeharto Menjaring Matahari ( Bandung: Mizan, 1998).

Robbins. S. & Judge. T. (2008) prilaku organisasi. Jakarta : salemba empat

Roeder, O.G., Anak Desa Biografi Presiden Soeharto, Jakarta: Gunung Agung, Cet.5, 1984.

Sarwono, S.W. 2008. Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka

Sarwono, sarlito W. 2005. Psikologi sosial (psikologi kelompok dan psikologi terapan). Jakarta : Balai Pustaka.

Satriogosatria.(2009) 30 Desember. Pengertian Wewenang,Kekuasaan dan Kepemimpinan.

Vroom, VH dan Yetton, PW. 1973. Kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Pittsburg: University of Pittsburg.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Zonk Hacker
Copyright © 2013. My Blogg ... - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger