Nama : Putri Indriyani
NPM : 15512766
Kls : 3 Pa 19
Manajemen
Strategik-Analisi lingkungan
Analisis
Lingkungan
Pendahuluan
Salah satu proses dalam
konsep manajemen adalah menyusun factor penentu keberhasilan yang diawali
dengan mengkaji lingkungan strategis yang meliputi kondisi, situasi, keadaan,
peristiwa, dan pengaruh-pengaruh yang berasal dari dalam maupun dari luar suatu
organisasi atau unit satuan wilayah baik pada level Negara, provinsi,
kabupaten, dan kota. Lingkungan internal dan eksternal mempunyai dampak pada
kehidupan dan kinerja seluruh komponen yang terlibat pada pembangunan, mencakup
kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan tantangan eksternal.
Analisis lingkungan
strategis adalah menyusun asumsi-asumsi strategis dan mengujinya dengan visi
dan misi organisasi untuk memperoleh factor penentu keberhasilan.
A.
Tujuan dan Peran Analisis lingkungan
·
Untuk menilai lingkungan organisasi
secara keseluruhan faktor-faktor yang berada di luar maupun di dalam organisasi
yang dapat mempengaruhi kemajuan organisasi dalam
·
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berikut ini adalah contoh tujuan analisis lingkungan dari beberapa perusahaan :
·
Untuk menyediakan kemampuan dalam
menggapai masalah-masalah kritis dalam lingkungan bagi manajemen perusahan.
·
Untuk menyelidiki kondisi masa depan
dari lingkungan organisasi dan kemudian mencoba masukkannya kedalam pengambilan
keputusan organisasi.
·
Untuk mengenali masalah-masalah
mendesak yang signifikan bagi perusahaan, dan memberikan prioritas terhadap
masalah tersebut, serta mengembangkan sutau rencana untuk menanganinya.
·
Secara khusus, peran atau fungsi
analisis llingkungan bagi tiap perusahaan tentu saja berbeda-beda. Namun secara
umum jika kita mengacu kepada pendapat Certo dan Peter, maka ada tiga peran
utaman yang bisa ditemui sehari-hari, yaitu :
a.
Policy-Oriented Role
Yaitu peran analisis
yang berorientasi pada kepada kebijakan manajemen tingkat atas dan bertujuan
untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan informasi bagi manajemen
tingkat atas tentang kecenderungan utama yang muncul dalam lingkungan.
b.
Integrated Strategic Planning Role
Peran ini bertujuan untuk
memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat manajemen tingkat atas dan
manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di lingkungan perusahaan
memiliki implikasi langsung pada proses perencanaan.
c.
Function Oriented Role
Peran ini bertujuan
untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan menyediakan infomasi lingkungan
yang memberi perhatian pada efektivitas kinerja fungsi organisasi tertentu.
B.
Struktur Lingkungan
Pelaksanaan analisis
lingkungan strategis merupakan bagian dari komponen perencanaan strategis dan
merupakan suatu proses untuk selalu menempatkan organisasi pada posisi
strategis sehingga dalam perkembangannya akan selalu berada pada posisi yang
menguntungkan. Lingkup analisis lingkungan strategis meliputi
·
Analisis Lingkungan Eksternal
·
Analisis Lingkungan Internal
PEMBAHASAN
Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan
eksternal mencangkup pemahaman berbagai factor di luar perusahaan yang mengarah
pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman bagi perusahaan. Di dalam
analisis lingkungan eksternal berupaya memilah permasalahan global yang
dihadapi perusahaan dalam bentuk, fungsi dan keterkaitan antar bagian. Bagi
pengembangan strategic, analisis ini di butuhkan tidak hanya terbatas pada
rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi juga untuk menentukan dari
mana dan untuk apa hasil analisis itu di pergunakan . Oleh karena itu manajer
puncak membutuhkan diagnosis lebih lanjut atas hasil analisis lingkungan
eksternal.
Lingkungan
eksternal
General
-
Sosial-ekonomi
-
Teknologi
-
Pemerintah
Industri
-
Pelanggan
-
Pemasok
-
Pesaing Internasional
Lingkungkan
umum (General Environment)
Adalah suatu lingkungan
dalam lingkungan eksternal organissasi yang menyususn faktor-faktor yang
memiliki ruang lingkup luas. Lingkungan ini hanya memeiliki sedikit implikasi
langsing bagi pengaturan suatu organisasi. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah
:
a.
Faktor Ekonomi
Akan banyak berpengaruh
terhadap penentuan jumlah permintaan produk dan besarnya biaya yang di
keluarkan untuk menghasilkan produk perusahaan. Kondisi perusahaan, pengaruh
iklim dan lingkungan social dapat membantu / memperlambat pencapaian tujuan
perusahaan
Kondisi perekonomian
Tingkat kejelian
mengamati kondisi perekonomian saat ini dan keakurasian dlm pemperkirakan akan
sangat berpengaruh terhadap tingkat keuntungan dan kesuksesan perancangan
strategi perusahaan. Factor kondisi perekonomian mencangkup :
A.
Tahap-tahap yang terjadi dalam siklus
bisnis seperti despresi,resesi,recovery, dan tahap kemakmuran
B.
Laju inflasi dan deflasi untuk
komoditas2 tertentu yang mempunyai nilai strategic. Pengaruh inflasi akan
sangat terasa bagi perusahaan khusus nya dalam penentuan harga dan tingkat upah
karyawan
C.
Kebijakan fiscal dan moneter yang
berlaku khususnya akan sangat berpengaruh terhadap penentuan besarnya suku
bunga dan besarnya tingkat pajak yang harus di bayarkan oleh perusahaan
D.
Informasi tetntang neraca pembayaran dan
volume neraca perdagangan antar Negara
Kondisi
alam
Perubahan kondisi alam
sulit di perkirakan sebelumnya .namun kondisi alam tdk dpt di abaikan beegitu
saja dlm perencanaaan strategi bisnis
b.
Faktor social
Faktor-faktor sosial
yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang
berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana perusahaan
beroperasi. Faktor-faktor ini biasanya dikembangkan dari kondisi kultural,
ekologis, pendidikan dan kondisi etnis.
Beberapa contoh
bagaimana factor social-ekonomi dapat menimbulkan kesesatan dan ancaman bagi
perusahaan seperti ;
Ø keberhasilan
prpgram keluarga berencana dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di
Indonesia sanagt berpengaruh terhadap pola kebiasaan perilaku masyarakat.
Pemahaan ats norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dalam banyak hal telah
menggantikan konsepsi tentang banyak anak banyak rejeki
Ø keberhasilan
laju pertumbuhan penduduk berpengaruh positif terhadap tingkat pendidikan
formal yang mampu di selesaikan leh masyarakat.pengaruh terbesar dari
meningkatnya angka melek huruf pd masyarakat adalah munculnya sikap dan
pandangan bagi baru masyarakat tentang jangka waktu kerja dan pada akhirnya
tentang kualitas hidup yg di harapkan dari bekerja
c.
Faktor Politik dan hukum
Faktor politik dan
hukum mendefinisikan parameter-parameter hukum dan bagaimana pengaturan
perusahaan harus beroperasi. Kendala-kendala politik diberlakukan terhadap
perusaaan melalui keputusan perdagangan yang wajar, program perpajakan,
penentuan upah minimum, konsumen, masyarakat umum dan lingkungan. Karena
berbagai peraturan tersebut biasanya restriktif, mereka cenderung mengurangi
laba potensial perusahaan. Namun beberapa tindakan politik dan hukum juga
didesai untuk memberi dan melindungi perusahaan diantanya adalah hak paten,
subsidi pemerintah dan lain sebagainya.
d.
Faktor teknologi
Adanya perubahan
teknologi dapat mendorong munculnya kesempatan bisnis dan perbaikan upaya
pencapaian tujuan organisasi . tapi dapat juga ancaman bagi kelangsungan produk
yang sudah ada. Beberapa produk teknologi dapat di pergunakan sebagai pendobrak
yang mampu menciptakan kesempatan sekaligus ancaman terhadap kegiatan bisnis
anta ra laim : computer,transitor, perkembangan teknik genetika tanaman dan
pendayagunaan tenaga surya. Oleh karena itu perubahan teknologi sudah tentu
berpengaruh terhadap siklus kehidupan produk . Ketetapan dan penilaian aiklus
kehidupan produk pada gilirannya dapat menenentukan timing yang tepat untuk
meluncurkan produk baru atau modifikasi produk yang ada. Dalam kasus ini maka
pengamatan lingkungan atau di kenal environmental scanning sangat di perlukan
untuk tetap mempertahankan produk di pasar. Perubahan teknologi juga akan
berpengaruh pada pilihan metode distribusi dan kemampuan tenaga penjual yang di
butuhkan untuk melayani segmen pasar yang di pilih . Tingkat kecepatan atau
kterlambatan dalam mengantisipasi perubahan teknologi dalam banyak hal adalah
merupakan fungsi dari kreativitas sumberdaya mansia,tingkat reseptif perusahaan
dalam industri dan ketersediaan sumber dana untuk membiayaai kegiatan
penelitian dan pengembangan serta operasional.
e.
Faktor Pemerintah
Peran pemerintah dalam
mekanisme penyampaian produk dari produsen ke konsumen sangat besar Campur
tangan pemerintah tidak dapat dihindari pada setiap tahap dalam rangkaian
kegiatan produksi.Alat kendali pemerintah melalui berbagai paket kebijakan
fiscal dan moneter ternyata cukup efektif untuk mempengaruhi dinamika bisnis.
Pemerintah juga mempunyai otoritas dalam hal peraturan atau tata niaga berbagai
komoditas termasuk didalamnya komposisi penggunaan tenaa kerja dan pengendalian
supply produk.
Peran pemerintah sangat
dominan dalam penciptaan kesempatan dan ancaman terhadap kelangsungan bisnis.
Beberapa hal yang mungkin dapat dianggap sebagai kesempatan bisnis yang di
timbulkan dari sector pemerintah :
v pemerintah
merupakan konsumen yang cukup besar bagi banyak produk. Pasar pemerintah dapat
di gunakan sebagai alat untuk mempengaruhi dinamika di sector social- ekonomi .
Meningkatnya anggaran pembangunan dari pemerintah ini menunjukan seakin banyak
kebutuhan produk yang akan di peruntukan bagi masyarakat dalam bentuk praserana
fisik dan bentuk pengueluaran lainnya.
v Pemerintah
dapat berperan sebagai pelindung dari adanya praktik tidak sehat adlam berbagai
kegiatan bisnis yang muncul dari luar .Disamping pemerintah sebenarnya juga
berkepentingan dengan tumbuhnya industri dan kegiatan ekonomi domestic.
f.
Faktor Demografi
Faktor demografi ini
diantaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi geografis
percampuran etnis serta distribusi pendapatan.
Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah
tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan
kompoen-komponen yang secara normal memiliki iplikasi yang relatif lebih
spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan.
Analisis lingkungan
industri jauh lebih penting dan lebih menentukan aturan persaingan di
bandingkan dengan analisis lingkungan umum, karena kekuatan lingkungan umum
dalam mempengaruhi persaingan sifatnya sangat relatif. Artinya, jika terjadi
perubahan dalam lingkungan umum-faktor ekonomi, sosial, politik dan hukum,
tekhnologi dan demografi yang terkena pengaruh akibat perubahan tersebut bukan
hanya sebuah perusahaan melainkan semua perusahaan yang ada dalam suatu
industri. Dengan demikian jika terjadi perubahan pada tingkatan lingkungan umum
kunci keberhasilan terletak pada kemampuan yang berlaian dari masing-masing
perusahaan untuk menanggulangi implikasi dari perubahan tersebut.
Jika salah menganalisis
lingkungan persaingan, implikasi selanjutnya adalah salah menentukan tujuan
serta merumuskan strategi bersaig. Akibatnya kerugian dan kebangkrutan bukanlah
suatu yang mustahil.
Analisis
Lingkungan Internal
Analisis lingkungan
internal dalam bingkai SWOT analisis merupakan uraian tentang dimensi kekuatan
(S) dan kelemahan (W). Berikut ini adalah contoh identifikasi kekuatan dan
kelemahan suatu unit analisis. Unit analisis yang dipakai sebagai contoh adalah
unit wilayah karena umumnya pendekatan analisis lingkungan strategis lebih
banyak bersentuhan dengan tatanan wilayah.
a.
Kekuatan
v Luasnya
lahan pertanian
v Letak
strategis wilayah.
v Tingginya
potensi daerah.
v Tersedianya
prasarana dan sarana produksi perekonomian.
v Banyaknya
penduduk usia produktif yang berpendidikan.
v Tingginya
derajat kesehatan.
v Tingginya
budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat.
v Kemudahan
akses media komunikasi dan informasi.
v Banyaknya
industri kecil dan menengah.
v Banyaknya
lembaga pendidikan, penelitian, kesehatan, dan sosial.
v Adanya
jaringan kerjasama antar daerah, LSM, dan perguruan tinggi.
b.
Kelemahan
v Rendahnya
kualitas tenaga kerja.
v Masih
cukup banyaknya masyarakat miskin.
v Terbatasnya
kemampuan sumber pendanaan/financial Pemerintah Daerah.
v Belum
adanya standar harga tanah.
v Lemahnya
pengelolaan kepariwisataan.
v Kurangnya
ketersediaan dan validitas data.
v Masih
lemahnya pengawasan terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan.
v Masih
cukup rendahnya apresiasi khusus untuk pengembang teknologi.
v Masih
lemahnya pengelolaan potensi cagar budaya.
v Belum
efisiennya pengelolaan sumberdaya pendidikan dan kesehatan.
v Masih
rendahnya kualitas pelayanan.
v Masih
rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
v Masih
kurangnta apresiasi terhadap seni budaya lokal.
v Belum
optimalnya mediasi antara lembaga riset dengan masyarakat dan industri dalam
penerapan, pengembangan, dan pemasaran Iptek.
v Lemahnya
pemasaran produk lokal.
v Terbatasnya
lapangan pekerjaan.
B.
Analisis Strategi Pilihan
Strategi adalah
kegiatan, mekanisme, atau sistem untuk mengantisipasi secara menyeluruh dan
meramalkan pencapaian tujuan ke depan melalui pendekatan rasional. Strategi ini
disusun dengan memadukan antara kekuatan (strength, S) dengan peluang
(opportunity, O) yang dikenal sebagai strategi S-O, memadukan kelemahan
(weakness, W) dengan peluang (opportunity, O) yang dikenal sebagai strategi
W-O, dan memadukan kekuatan (strength, S) dengan ancaman (threath, T) yang
dikenal sebagai strategi S-T. Strategi S-O dimaksudkan sebagai upaya
memaksimalkan setiap unsur kekuatan yang dimiliki untuk merebut setiap unsur
peluang yang ada seoptimal mungkin, strategi W-dimaksudkan sebagai upaya
memperbaiki masing-masing unsur kelemahan agar dapat memanfaatkan seoptimal mungkin
setiap unsur peluang yang ada, sedangkan strategi S-T dimaksudkan sebagai upaya
untuk memaksimalkan setiap unsur kekuatan untuk menangkal dan menundukkan
setiap unsur tantangan seoptimal mungkin.
Dengan demikian akan
diperoleh berbagai strategi pilihan yang merupakan hasil perpaduan antar unsur
kekuatan, kelemahan, dan peluang. Masing-masing strategi pilihan tersebut harus
diuji kembali relevansi dan kekuatan relasinya dengan visi, misi, dan
nilai-nilai organisasi pemerintah
Sumber:
http://animo-antolog.blogspot.co.id/2011/02/manajemen-strategik-analisis-lingkungan.html
0 komentar:
Posting Komentar